Yogyakarta , bimasislam— Sebagai payung seluruh komponen umat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berusaha mencermati dinamika umat Islam untuk kemajuan bangsa. Salah satu bentuk tanggung jawabnya, MUI sejak tahun 1974 telah menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII). Selanjutnya, sejarah mencatat KUII pernah diadakan pada tahun 1952, 1998, 2005, dan 2010.
Pada tanggal 9-11 Februari 2015 kemarin, MUI mengadakan KUII yang ke-6. Acara yang bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta ini mengundang berbagai institusi yang mewakili berbagai elemen masyarakat Indonesia. Yang menarik, bukan hanya pimpinan MUI, pimpinan Ormas, dan pimpinan Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia yang hadir, melainkan juga 38 Kesultanan dari 40 Kesultanan Islam se-Indonesia yang diundang.
Dengan kongres ini, MUI berkeinginan kuat untuk menyatukan seluruh kekuatan umat Islam Indonesia. Sebuah upaya yang diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan untuk kemajuan bangsa dari umat Islam. Hal itu tampak dari tema KUII ke-6 kali ini, “Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban”.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya dari Kongres ke Kongres yang lalu MUI pasti telah merumuskan berbagai kesepakatan dan rekomendasi yang lahir dalam rangka merespon konteks yang ada saat itu. Karenanya, ingat Menag, yang diperlukan di awal Kongres kali ini adalah melakukan evaluasi atas implementasi dari berbagai kesepakatan dan rekomendasi tersebut, sehingga kita tahu sudah sejauhmana mampu diimplementasikan. Evaluasi itu dilakukan, menurutnya, agar ada kesinambungan gagasan dari satu Kongres ke Kongres lainnya.
Untuk memperkaya wacana Kongres, Panitia menghadirkan beberapa akademisi untuk memberikan kontribusi ide kepada para peserta. Sunyoto Usman, Sosiolog UGM, berpendapat bahwa Islam sangat berperan dalam perubahan sosial, seperti keberadaan masjid yang dekat dengan keraton. Ke depan, sarannya, Islam harus bisa membuktikan dan mampu mendorong perubahan dan kemajuan di seluruh bidang kehidupan.
Sejalan dengan Sunyoto, bagi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, umat Islam harus menyadari bahwa dunia sekarang telah berubah dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, Azwar menyarankan agar umat Islam ikut mengawal cyber society sehingga bisa berperan dalam kemajuan umat ke depan yang sadar teknologi informasi.
Pada akhir acara, Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menilai KUII ke-6 kali ini berjalan lancar dan dinamis, namun dalam suasana ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, NKRI adalah puncak perjuangan dan cita-cita bangsa. Umat Islam akan menjaga, mengawal, membela, dan mengisi kehidupan bangsa ini demi Islam Rahmatan Lilálamin, dengan menjunjung tinggi ukhuwwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah. (thobib dan edijun/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



