Bantul, Bimas Islam -- Kantor Urusan Agama (KUA) Srandakan rutin menyosialisasikan moderasi beragama ke sekolah-sekolah. Kepala KUA Srandakan, Khambali Muhsin mengatakan, upaya ini untuk memupuk kerukunan sejak dini.
"Kami rutin menyosialisasikan moderasi beragama ke sekolah-sekolah. Belum lama ini, kami menyosialisasikan ke SMP N 1 dan SMP N 2 Srandakan. Ini untuk membangun kerukunan sejak muda," kata Khambali di Srandakan, Selasa (13/9).
Menurutnya, anak-anak sekolah merupakan usia yang tepat untuk memahami pentingnya moderasi beragama. Karenanya, ia bersama para penyuluh agama Islam bergerak memberi edukasi seefektif dan sekreatif mungkin agar mereka mudah memahami.
"Kami memulai dengan menyosialisasikan terhadap guru-guru, lalu kepada siswa-siswanya dengan pendekatan analogi yang mudah dipahami. Alhamdulillah setelah sosialisasi rutin dilakukan, banyak yang akhirnya memahami bahwa moderasi beragama itu penting diterapkan di Indonesia yang penuh keragaman ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, faktor lain yang mendorong KUA Srandakan rutin melakukan sosialisasi adalah minimnya literasi tentang moderasi beragama di Srandakan. Bahkan, kata dia, istilah moderasi beragama tidak terlalu dikenal di masyarakat.
"Minimnya literasi tentang moderasi beragama berdampak pada kesalahpahaman memahami moderasi beragama itu sendiri. Beberapa kalangan masyarakat tertentu menyamakan dengan liberalisme agama. Maka kami berinisiatif melakukan sosialisasi agar mereka tidak keliru tentang moderasi beragama," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



