Aceh Tamiang, Bimas Islam -- Sebanyak 146 kampung yang tersebar di 12 kecamatan di Aceh Tamiang masih dilanda banjir hingga Senin (7/11/22). Banjir juga melanda sejumlah kantor layanan publik, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA).
Sebanyak 4 KUA terendam air dan 8 KUA sukar dijangkau lantaran akses menuju KUA terputus. Meski demikian, layanan pencatatan nikah tetap dilaksanakan para Penghulu.
"Proses akad nikah sudah diajukan masyarakat jauh-jauh hari. Sebagai pelayan publik, kita harus siap dengan segala kondisi. Alhamdulillah layanan pencatatan nikah tetap bisa dilaksankaan," ungkap Kasi Bimas Islam Kankemenag Aceh Tamiang, Anwar di Aceh Tamiang, Minggu (6/11/22).
Layanan pencatatan nikah, lanjut Anwar, dilaksanakan setelah melakukan konfirmasi dengan masyarakat. "Ada yang lanjut dan ada yang menunda. Begitu pula terkait lokasi, ada yang pindah ke rumah karena KUA terendam banjir," sambungnya.
Pantang Pulang Sebelum Sah
Penghulu KUA Banda Mulia, Aceh Tamiang, Suharno berkisah, ada calon pengantin yang tertahan di daerah Seumadam selama dua hari. Jalan nasional terputus, kendaraan tidak bisa lewat.
"Saya menuju ke sana dengan segala upaya menerobos banjir hingga pukul 4 dini hari. Alhamdulillah pernikahan dilanjutkan meski pindah lokasi di rumah saudara calon pengantin yang tidak tergenang air," ungkap Suharno.
Penghulu lainnya terjebak di tengah jalan bersama motornya. Peristiwa yang terjadi di KUA Mayad Payed ini berakhir dengan pertolongan warga yang melintas menggunakan truk.
"Motor Penghulu dinaikkan ke atas truk hingga bisa menerobos banjir menuju tempat akad nikah. Semangat ASN Kemenag Aceh Tamiang sangat luar biasa, banyak kisah mengharukan," sambung Anwar.
Semangat Penghulu dalam memberikan layanan nikah juga diapresiasi Kepala Kankemenag Aceh Tamiang, Fadhli. Meski layanan administrasi di Kankemenag belum aktif sepenuhnya, layanan masyarakat yang sifatnya urgen tetap diberikan kepada masyarakat.
"Terima kasih kepada ASN Kemenag Aceh Tamiang, khususnya kawan-kawan Penghulu dan Petugas KUA yang telah mengedepankan layanan masyarakat meski rumah mereka sendiri juga terendam banjir," ujar Fadhli.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



