Jakarta, Bimas Islam – Bank Indonesia mencatat tujuh nazir dengan penyaluran imbal hasil terbesar dari program Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) di Indonesia sepanjang tahun 2023. Ketujuh nazir tersebut adalah Badan Wakaf Indonesia (BWI), LAZISMU, BSI Maslahat, Baitulmaal Muamalat, Dompet Dhuafa, Wakaf BSM Umat, dan Wakaf Salman ITB.
Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Tony Prianto menyebut, total imbal hasil yang disalurkan oleh ketujuh nazir tersebut mencapai Rp27,69 miliar. Hal ini disampaikan Tony dalam kegiatan Ngaji Zawa bertema "Mengenal Sukuk Wakaf: Mekanisme, Implementasi, dan Praktik Baik" yang digelar secara daring pada Rabu (18/12/2024).
“BWI menyalurkan Rp24,81 miliar, LAZISMU Rp238 juta, BSI Maslahat Rp1,09 miliar, Baitulmaal Muamalat Rp48 juta, Dompet Dhuafa Rp785 juta, Wakaf BSM Umat Rp704 juta, dan Wakaf Salman ITB Rp4,5 juta. Total keseluruhannya mencapai Rp27,69 miliar,” jelas Tony.
CWLS merupakan instrumen wakaf tunai yang diinvestasikan pada Sukuk Negara, di mana imbal hasilnya digunakan untuk mendanai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Selain memberi imbal hasil kompetitif, CWLS berkontribusi signifikan pada pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Tony menambahkan, dari ketujuh nazir tersebut, BWI menjadi penyalur terbesar dengan total dana imbal hasil sebesar Rp24,81 miliar.
Ia menjelaskan, dana CWLS tahun 2023 disalurkan ke berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pertanian/peternakan, keagamaan, dan sosial. Sektor pendidikan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan dana mencapai Rp23,31 miliar yang digunakan untuk program beasiswa, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga pendidik, serta berbagai program penelitian dan pengabdian masyarakat. Program ini telah memberikan manfaat kepada 650 orang.
Sektor kesehatan menerima alokasi sebesar Rp1,63 miliar yang disalurkan kepada 685 penerima manfaat. Sektor pertanian dan peternakan mendapatkan dana sebesar Rp1,54 miliar untuk mendukung 508 orang, sementara sektor pemberdayaan ekonomi menerima Rp591 juta yang bermanfaat bagi 115 orang.
Untuk sektor keagamaan, dana yang disalurkan sebesar Rp476 juta telah memberikan manfaat kepada 42 orang. Sementara itu, sektor sosial mendapatkan alokasi terkecil sebesar Rp125 juta, yang dimanfaatkan oleh 7 orang. Total keseluruhan dana yang disalurkan mencapai Rp27,69 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 2.007 orang.
Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhibuddin, menilai CWLS memiliki peran strategis. "Selain memberi manfaat untuk akhirat, CWLS juga dapat menumbuhkan semangat cinta tanah air,” ujarnya.
Muhibuddin menjelaskan, imbal hasil CWLS telah disalurkan kepada maukuf alaih (penerima manfaat), termasuk untuk kegiatan produktif seperti program Inkubasi Wakaf Produktif, Kota Wakaf, dan pemberian beasiswa.
“Jika program ini terus berkembang, maka dampak wakaf terhadap pemberdayaan umat akan semakin besar,” pungkasnya.
Ba/Mr



