Jakarta, Bimas Islam -- Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia (BI), Ali Sakti mengatakan, dana zakat mampu menekan lonjakan angka kemiskinan akibat pandemi Covid-19.
Ali mengemukakan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat menjaga daya beli masyarakat agar tidak anjlok. Menurutnya, hal ini berdampak positif bagi sektor riil karena tingkat konsumsi masyarakat masih cukup baik.
"Sedangkan wakaf itu dapat berperan sebagai investasi bagi sektor usaha, sehingga perekonomian negara tidak terpuruk," papar Ali saat menjadi narasumber Kelas Literasi Zakat dan Wakaf melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Selasa (22/11/2022).
Ali melanjutkan, pemerintah terus berupaya mengembangkan instrumen keuangan syariah melalui sejumlah program. Salah satunya adalah program Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) sebagai pengembangan wakaf uang.
"Melalui program CWLS, pemanfaatan dari wakaf dapat lebih luas lagi, tidak hanya terpaku pada kaum duafa dan para mustahik," lanjutnya.
Ali turut mendukung sejumlah program dari Kemenag melalui pemanfaatan dana zakat dan wakaf. Di antaranya, program Kampung Zakat, KUA Percontohan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif.
"Program tersebut sangat baik untuk meningkatkan produktivitas bagi masyarakat, sehingga juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



