Wonosobo, Bimas Islam --- Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kankemenag Kabupaten Wonosobo berhasil mengumpulkan zakat ASN hampir mencapai Rp500 juta. Pengumpulan zakat sejak awal tahun hingga semester pertama tahun 2021 itu dilakukan guna membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Melalui program bakti sosial penggalangan dana ASN, Kankemenag Kabupaten Wonosobo berhasil mengumpulkan bantuan hampir setengah miliar rupiah. Informasi dari tim UPZ terkumpul dana sejumlah Rp494.750.000 dan telah didistribusikan dalam bentuk tunai dan non tunai,” kata Humas Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Pasa Adi Nugraha di Wonosobo, Kamis (26/8/2021).
Menurut data yang tercatat, sambung Pasa, penyaluran bantuan kepada masyarakat berupa zakat produktif, bantuan masker, handsanitizer, sembako, dan uang tunai.
Sementara itu, Kasi Gara Zakat Wakaf Kankemenag Kabupaten Wonosobo Nawawi mengatakan, pendistribusian zakat tersebut dilakukan melalui Dharma Wanita, Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), dan tim UPZ.
“Ada yang kami salurkan langsung oleh tim UPZ, ada yang disalurkan melalui DWP Kemenag, dan Seksi Penmad,” kata Nawawi.
Ditambahkan Nawawi, untuk pembagian zakat yang dilakukan tim UPZ diantaranya berupa bantuan zakat produktif kepada 90 orang pedagang kecil.
“Masing-masing menerima uang tunai Rp1.000.000 total menjadi Rp90 juta, kemudian 72.500 buah masker, dan 1.450 botol handsanitizer, dengan total Rp58 juta,” papar Nawawi.
Selanjutnya, kata Nawawi, bantuan beras untuk 1.700 masyarakat kurang mampu. Masing-masing mendapat 10 Kg beras dengan total Rp204 juta. Tim UPZ juga memberikan bantuan berupa uang tunai kepada 1.400 masyarakat tidak mampu.
“Totalnya Rp140 juta. Jumlah yang diterima masing-masing adalah Rp100 ribu setiap orang,” ujarnya.
Nawawi melanjutkan, untuk pendistribusian bantuan yang dilakukan Dharma Wanita berupa paket sembako senilai Rp2 Juta, dan bantuan operasional melalui Seksi Pendidikan Madrasah berupa masker untuk siswa MI sebesar Rp750 ribu.
Kakankemenag Kabupaten Wonosobo, Ahmad Farid mengapresiasi tim UPZ dan seluruh ASN yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Farid mengatakan, kegiatan bantuan untuk masyarakat harus terus ditingkatkan pada masa pandemi Covid-19 ini.
“Semoga bantuan yang berhasil dikumpulkan oleh tim UPZ betul-betul bisa membantu masyarakat sekitar yang terdampak pandemi. Baik bantuan konsumtif maupun produktif. Masker dan handsanitizer juga dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alat pelindung diri dari virus,” tandas Farid.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



