Kuningan, Bimas Islam --- Teti Herawati, generasi kedua penerus usaha Sari Rasa Baru yang memproduksi camilan khas Kuningan, Jawa Barat, wajik sirsak dan raragudig, tidak pernah mengira usaha yang dirintis orang tuanya sejak tahun 1996 harus berhenti sejenak terkena imbas Pandemi Covid-19.
Teti menceritakan, awal mula Pandemi datang, usaha yang beroperasi di Pasar Ciputat, Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat secara perlahan mulai ditinggal konsumennya. Saat itu ternyata bukan usahanya yang sepi pembeli, seluruh pedagang di pasar juga bernasib sama.
“Saat itu tak pernah mengira, usaha yang tidak pernah sepi akhirnya merasakan sepi pembeli,” kenangnya saat dihubungi Bimas Islam, Senin (27/12).
Teti mengatakan, sepinya pembeli membuat berkurangnya pendapatan, dan perputaran keuangan usaha yang tidak sehat. Sehingga seringkali menggunakan modal usaha untuk menyambung kehidupan.
“Karena dagangan tidak laku, untuk kebutuhan makan sehari-hari sering menggunakan uang modal usaha, dengan asumsi semoga besok laku. Terus seperti itu,” katanya.
Seiring berjalannya waktu dan Pandemi yang belum kunjung kapan usainya, akhirnya usahanya berhenti sementara. Kios di pasar pun terpaksa ditutup. Sampai sebuah kabar baik datang ada bantuan modal usaha dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama.
“Saat itu penyuluh memberi tahu ada pendaftaran bantuan modal usaha dari Kemenag. Saya segera mencari tahu dan memenuhi syarat yang dibutuhkan,” ujarnya.
Teti mengingat, saat memenuhi persyaratan hanya berdoa semoga usahanya terpilih menjadi salah satu penerima manfaat. Dirinya hanya bertawakal, dan berharap.
“Alhamdulillah kabar baik itu datang. Usaha keluarga terpilih menjadi penerima bantuan modal sebesar 10 juta rupiah,” tuturnya.
Setelah mendapat bantuan modal usaha, dan pelatihan dari lembaga zakat, Teti kembali belanja modal dan memperbaiki tata kelola keuangan usahanya. Adonan kembali diuleni, usaha kembali berjalan, dan pesanan datang kembali.
“Alhamdulillah sekarang usaha saya masuk ke sentra oleh-oleh dan lebih maju,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



