Wonosobo, Bimas Islam --- Baznas Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berencana meningkatkan jumlah bantuan pada program Pendamping Mustahik Produktif. Hal ini merupakan wujud apresiasi atas keberhasilan capaian target 80% pada program yang dimulai tahun 2020 ini.
"Insyaallah kita akan tambah sebanyak 5 mustahik baru pada masing-masing pendamping dan pendamping baru atau sekitar 1.000 mustahik baru. Sedangkan bantuan yang awalnya senilai 2 juta rupiah akan ditingkatkan menjadi 2 juta 500 ribu rupiah," ungkap Sekretaris Baznas Jateng, Ahyani di Hotel Dafam Wonosobo, Minggu (30/1/22).
Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pendamping Mustahik Produktif Binaan Baznas Jateng ini, Ahyani juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan pembinaan kepada para mustahik.
Sementara itu, Ketua Baznas Jateng, Ahmad Darodji menyebutkan, keberhasilan 80% diukur dari penguatan keimanan dan kemampuan berinfak para mustahik penerima bantuan.
"Setelah melaksanakan monitoring dan evaluasi secara keseluruhan, Baznas Jateng menilai program ini sukses dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Ahmad.
"Kemiskinan itu lebih dekat dengan kekufuran. Ketika mustahik didampingi dari sisi ekonomi sehingga taraf kesejahteraan hidupnya meningkat, maka pendampingan ini telah menyelamatkan para mustahik dari kekufuran," tambahnya.
Sebagai informasi, program Pendamping Mustahik Produktif dilaksanakan pada tahun 2020. Baznas Jateng melibatkan 429 Penyuluh Agama Islam sebagai pendamping dalam program ini. Masing-masing pendamping diwajibkan membimbing 5 mustahik produktif.
Masing-masing mustahik mendapatkan bantuan senilai 2 juta rupiah untuk dikembangkan dalam bentuk usaha. Dalam perjalannya, program yang melibatkan Penyuluh Agama Islam ini berhasil menaikkan taraf hidup mustahik.
"Kini para mustahik sudah rutin berinfak kepada sesama anggota majelis taklim. Alhamdulillah usaha yang dijalankan kian berkembang. Kehidupannya makin sejahtera," ungkap Mahsun, salah satu pendamping mustahik yang juga Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Jateng saat dikonfirmasi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



