Jakarta, Bimas Islam -- Ketua BAZNAS, Noor Achmad menegaskan, pengumpulan zakat yang dilakukan BAZNAS tidak akan menimbulkan persaingan dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya yang dibentuk masyarakat. Hal ini disampaikan Noor saat menjadi narasumber Kelas Literasi Zakat dan Wakaf 2022 yang disiarkan melalui kanal YouTube Literasi Zakat Wakaf, Kamis (15/9/2022).
"Menurut hasil kajian dari Puskas BAZNAS, potensi zakat secara nasional sebesar 327 triliun rupiah. Sementara realisasi pengumpulan zakat sejauh ini baru 17 triliun rupiah," ungkap Noor.
Noor mengatakan, target pasar antara BAZNAS dengan LAZ, serta antara satu LAZ dengan LAZ lainnya berbeda. Menurutnya, saat ini BAZNAS lebih fokus pada pengumpulan zakat di instansi pemerintah, BUMN, ASN, serta anggota TNI/POLRI.
"Misalnya, LAZ yang dibentuk ormas Islam seperti LAZISNU dan LAZISMU. Tentu targetnya adalah jemaah mereka masing-masing," lanjutnya.
Noor menambahkan, dengan semakin banyaknya LAZ yang dibentuk masyarakat, justru akan semakin membantu BAZNAS dalam menggenjot capaian zakat sesuai dengan potensi yang dapat diraih.
"LAZ merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari BAZNAS. Karena kami yang memberi rekomendasi sebagai syarat mengurus izin operasional ke Kemenag," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



