Magelang, Bimas Islam --- Meski kaya perbedaan, masyarakat Indonesia terbiasa hidup rukun. Perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi bahan yang makin merekatkan kerukunan antar-komponen bangsa.
Spirit ini, salah satunya, seperti dijumpai di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Saking menariknya kerukunan di desa yang terletak di Lereng Gunung Merapi ini, Peneliti IAIN Sunan Kudus didampingi Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kabupaten Magelang menginap selama dua hari untuk melakukan penelitian.
"Penyuluh Agama Islam Kemenag dan para peneliti terlibat aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Kita mengikuti pengajian, pertemuan warga, pertemuan pemuda dan anak-anak serta lembaga pendidikan, bahkan ke sawah untuk bertemu dan berdialog langsung dengan para petani dan masyarakat desa," ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Candimulyo, Azizah Herawati di Kecamatan Dukun, Rabu (17/8/22).
Azizah menambahkan, para peneliti merasa terkesan dan kagum dengan kebesaran hati masyarakat untuk hidup harmonis di tengah keragaman agama dan budaya. "Masyarakat membaur tanpa sekat agama. Sebuah fenomena keberagaman yang harmonis dan bisa dikatakan langka," tambahnya.
Penyuluh Agama Islam KUA Dukun, Nastain menambahkan, kerukunan yang terjadi di daerahnya tidak lantas melunturkan praktik beragama. Ia menegaskan, masyarakat yang hidup rukun justru sangat memegang teguh prinsip kepercayaan masing-masing agama.
"Jangan sampai toleransi yang dilakukan justru kebablasan dan mengancam akidah. Masing-masing pemeluk agama beribadah dengan taat sehingga komunikasi dan koordinasi antar-komponen masyarakat berjalan lancar dan akrab," tambah Nastain.
Pada akhir penelitian, Peneliti dan Penyuluh Agam Islam melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Beda tapi Mesra: Relasi Pendidikan dan Agama dalam Membangun Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Majemuk di Lereng Merapi Kabupaten Magelang di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Ngargomulyo, Widodo.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



