Semarang, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Juraidi mengungkapkan bahwa dakwah menggunakan tulisan (bil qalam) lebih abadi dari bil lisan (ucapan). Dakwah bil Qalam bahkan telah contohkan Nabi Muhammad SAW dengan mengirim surat kepada para raja di jazirah Arab seperti raja Heraclius, raja Persia, kaisar bizantium, dan lainnya yang mengajak untuk memeluk agama Islam.
“Dakwah bil Qalam akan lebih abadi daripada bil lisan, oleh karenanya mari kita semua menggalakkan dakwah bil Qalam”, ungkap Juraidi saat membuka kegiatan Bedah Jurnal Bimas Islam yang diselenggarakan di Auditorium 1, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Walisongo Semarang (12/10).
Dikatakan Juraidi, kedatangan internet di era digital menjadikan dakwah bil Qalam memiliki banyak keunggulan dan membuat orang menjadi lebih mudah untuk melakukan aktifitas dakwah.
“Cukup memproduksi konten baik, menarik lalu diunggah di media digital, tidak perlu waktu lama, konten itu langsung dapat dinikmati ribuan, bahkan jutaan orang”, jelasnya.
Keunggulan dakwah bil Qalam, lanjut Juraidi, adalah sifat objeknya yang massif dan cakupannya yang luas. Pesan dakwah bil Qalam dapat diterima oleh jutaan orang pembaca dalam waktu yang hampir bersamaan. Meski demikian, ia mengingatkan agar konten dakwah harus sesuai dengan spirit moderasi beragama.
“Dakwah bil Qalam adalah dakwah dengan mengajak manusia dengan cara bijaksana ke jalan yang benar menurut perintah Allah melalui jalur tulisan”, tutup.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, M. Arja Imrani memberi apresiasi terhadap eksistensi Jurnal Bimas Islam yang kini berusia 12 Tahun. Arja juga menyinggung tema moderasi beragama yang menjadi salah satu fokus bahasan merupakan pilihan yang tepat.
“Radikalisme agama menjadi satu gerakan yang tidak boleh diabaikan karena hanya akan melahirkan kekerasan. Insya Allah Islam di Indonesia adalah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”, terang Arja.
Menjadi moderat, lanjut Arja itu tidak mudah dan memang harus diperjuangkan, salah satunya melalui materi dakwah yang berbasis penelitian seperti Jurnal.
Hadir sebagai pambahas, Wakil Dekan III Fak. Syariah dan Hukum UIN Walisongo, Ahmad Izuddin dan Konsultan Baznas Kab. Jepara Murtadho Ridwan.
Bedah Jurnal Bimas Islam ini merupakan yang pertama dilakukan. Kedepan kegiatan serupa direncanakan diselenggarakan dibeberapa kampus di tanah air.
Penulis: syam
Editor: subhan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



