Jakarta, Bimas Islam --- Praktisi Digital Marketing, Tuhu Nugraha mengungkapkan cara efektif dalam membuat konten kreatif tentang edukasi zakat di media sosial.
Hal ini diungkapkan Tuhu dalam kegiatan Lokalatih Agent of Change Ekonomi Syariah pada KUA Percontohan Ekonomi Umat yang diikuti Penyuluh PNS dan non-PNS dari 11 KUA Percontohan Ekonomi Umat di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
Tuhu memaparkan, ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam membuat konten di media sosial, yakni menggunakan tayangan visual, memanfaatkan sesuatu yang telah dikenal publik (tokoh, jargon, dan tagline), narasi yang kuat, pemilihan kanal yang relevan, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami.
"Ini lebih menggugah perasaan mereka untuk melakukannya, karena tidak ada unsur perintah. Meskipun zakat itu merupakan kewajiban bagi umat Islam," papar Tuhu.
Tuhu mengungkapkan, para anak muda yang sering menggunakan media sosial lebih tertarik dengan narasi humor atau dramatis. Hal ini, menurutnya, harus mampu diimbangi para Penyuluh Agama Islam dalam mengedukasi tentang zakat.
Tuhu menambahkan, media sosial mempunyai efek berantai karena dapat disebarluaskan dengan sangat cepat kepada publik dan tanpa memerlukan biaya apa pun.
"Bulan Ramadan ini momentum tepat untuk mengisi media sosial tentang konten-konten kreatif tentang zakat. Apalagi jika viral, dampaknya akan besar sekali," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



