Bandung Barat, Bimas Islam -- Firdaus Memorial Park (FMP) menggelar 11 tahun pengelolaan wakaf berbasis makam. Pada saat bersamaan, dilakukan peresmian pemakaman berbasis wakaf produktif di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pentingnya pengelolaan wakaf yang lebih beragam dan inovatif. Waryono mengapresiasi langkah Nazhir Sinergi yang mampu memanfaatkan wakaf tidak hanya terbatas pada tanah, tetapi juga wakaf uang, rumah, dan mobil yang diolah secara produktif.
Waryono menyoroti potensi besar wakaf uang yang jika dikelola dengan baik, dapat membantu menyelesaikan persoalan keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan sosial. "Wakaf uang bisa bersifat temporer maupun abadi, tidak harus menunggu kaya. Bahkan, masyarakat bisa mulai dari nominal kecil seperti 10.000 rupiah," ujar Waryono di Bandung Barat, Sabtu (28/9/2024).
Ia juga menekankan bahwa Kementerian Agama terus berperan sebagai regulator yang memastikan pengelolaan wakaf sesuai dengan hukum negara dan syariah. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat gerakan sadar wakaf demi masa depan umat.
“Pemakaman berbasis wakaf ini menjadi jawaban atas tantangan utama dalam pengelolaan wakaf, bahwa lahan yang jauh dapat menjadi aset umat jika dikelola secara profesional,” tambahnya.
Firdaus Memorial Park kini memiliki tiga lokasi pemakaman, yakni di Bogor dan dua di Cikalong Wetan, dengan total lahan mencapai 12 hektar. Sejak didirikan, Firdaus Memorial Park telah melayani pemakaman bagi 450 wakif, di mana 90 di antaranya merupakan maukif alaih, seperti kaum dhuafa, gelandangan, hingga mualaf. Menurut Waryono, hal ini merupakan wujud nyata dari keberhasilan pengelolaan wakaf yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya yang membutuhkan.
Direktur Firdaus Memorial Park, Eggie Ginanjar, menjelaskan bahwa FMP bukan hanya sekadar tempat pemakaman, tetapi merupakan inovasi pengelolaan wakaf modern yang holistik. Dengan konsep pemakaman ramah lingkungan dan sesuai syariah, FMP menyediakan liang lahat multi-jenazah dengan kedalaman khusus untuk tiga jenazah dalam satu lubang kubur.
Di lokasi terbaru di Cikalong Wetan, FMP berencana membangun pesantren dan tempat wisata berbasis wakaf sebagai bagian dari pengembangan lebih lanjut. Eggie juga memaparkan bahwa FMP memiliki program "Bekal" yang menawarkan layanan pesantren lansia serta kajian tematik untuk para wakif, guna mempersiapkan mereka secara spiritual sebelum meninggal dunia.
Selain itu, FMP memperkenalkan inovasi layanan "Hikmah Pulang", yang memungkinkan keluarga almarhum mengakses obituari digital melalui barcode pada nisan. Obituari tersebut menampilkan kebaikan almarhum yang dapat diketahui dan dilanjutkan oleh keluarga serta masyarakat yang masih hidup, sebagai bentuk peninggalan yang berharga.
Konsep pemakaman berbasis wakaf produktif ini mendapat apresiasi luas sebagai contoh nyata pengelolaan wakaf yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi umat Islam di Indonesia. Pemakaman ramah lingkungan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inovasi dalam pengelolaan wakaf.
Ketua Pembina Yayasan Nazhir Sinergi, Prof. KH. Miftah Faridl, menegaskan bahwa wakaf merupakan salah satu dari tiga amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pewakaf telah meninggal. Menurutnya, wakaf tidak hanya bermanfaat bagi pewakaf, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi anak yatim, kaum miskin, dan masyarakat luas.
KH. Miftah juga menekankan bahwa wakaf harus didorong sebagai solusi untuk mengatasi masalah sosial, terutama dalam melindungi hak-hak anak yatim dan orang miskin. "Wakaf adalah cara untuk membebaskan masyarakat dari rasa takut dan kelaparan," ujar KH. Miftah, seraya mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kelompok-kelompok rentan sebagai bagian dari ajaran Islam.
(kemenag.go.id)
(kemenag.go.id)



