Kendari, Bimas Islam --- Dedeng (36) tidak pernah bermimpi menjadi Juara 2 Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022. Selain jam terbang yang belum banyak, Guru Kelas 4 SD Negeri Lalowata, Latoma, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini baru mengetahui adanya KFPI jelang penutupan pendaftaran.
"Sangat mendadak ya. Kami mengetahui adanya KFPI sekitar tanggal 23 Mei, saat itu sedang di pantai bersama kawan-kawan," ungkap Dedeng saat ditemui di Kendari, Sabtu (20/8/22).
Semangat itu, ungkap Dedeng, didorong oleh niatnya membuat film. Selain sebagai guru, ayah 1 anak ini juga seorang fotografer dan memiliki hobi bermain musik.
"Kesulitan pertama mencari pemain. Pemain yang sekarang itu yang ketiga. Dua pemain sebelumnya mengundurkan diri. Karena bentrok dengan kesibukan di kantornya," ungkapnya.
Randa dan Icha yang menjadi pemeran utama dalam film Doa yang Tersirat garapan Dedeng, merupakan sahabat bermain. "Randa kawan saya, Icha kawannya Randa. Icha baru semester 3," terangnya.
"Setelah mereka mau, kita langsung bekerja. Sangat cepat, dinamis, tetapi kami menikmati. Di tanggal 30 Mei itu, jam 2 siang kami baru selesai ambil semua footage, diedit sampai jam 8 malam kemudian langsung kita kirimkan," terangnya bersemengat.
Sebagai penulis naskah sekaligus sutradara dalam penggarapan Doa yang Tersirat, Dedeng mengaku sangat bersyukur. Apalagi, ia berhasil bertemu dengan tokoh perfilman nasional yang menjadi Ketua Dewan Juri Nasional KFPI, Christine Hakim.
Sebagai informasi, Doa yang Tersirat menceritakan tentang Randa yang merupakan pengemudi ojek online (Ojol). Randa bertemu dengan Icha yang merupakan wanita pekerja malam. Keseringan interaksi membuat keduanya memiliki kedekatan.
Diam-diam, Randa kerap meminta seorang ustaz untuk mendoakan Icha agar mendapatkan hidayah. Ustaz tersebut merupakan pengelola yayasan yatim piatu. Saat meminta doa, Randa selalu membawa sejumlah uang sedekah.
Hidayah bagi Icha hadir setelah ia dicopet di malam hari saat melaksanakan kebiasaannya. Randa menolongnya, diajak mampir ke masjid dalam momen salat Subuh, kemudian diajak berkeliling ke yayasan panti asuhan sekaligus membagikan makanan.
"Saya menonton berkali-kali. Saya terharu. Saya menangis. Ini cara dakwah yang tidak menggurui," ungkap Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, Zainal Mustamin mengomentari Doa yang Tersirat di Kendari, Jumat (19/8/22).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



