Banjar, Bimas Islam -- Peserta Tilawah Cabang Remaja Putri, Rini Juni Arni mengakhiri penampilannya dengan mulus. Gadis 22 tahun ini merupakan utusan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada MTQ Nasional ke-29 di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ditemui bimasislam di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, mahasiwi UIN Sumatera Utara ini mengaku tak menyangka bisa sampai di tingkat Nasional. Pasalnya, ia pernah tidak tertarik belajar tilawah (membaca Al-Qur'an dengan suara indah).
"Awalnya tidak tertarik belajar tilawah, hanya belajar ngaji biasa saja. Lalu ada surat dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) tempat kami tinggal, bahwa semua anak diwajibkan belajar tilawah," ungkapnya di Astaka Utama Kiram Park, Sabtu (15/10/22).
Sistem pembelajaran yang diadopsi PTPN adalah sistem gugur. Setelah diberi materi pertama, akan dilakukan evaluasi. Peserta yang tidak menunjukkan perkembangan dinyatakan gugur.
"Meski kurang tertarik, alhamdulilah saya tidak pernah gugur," sambungnya seraya tersenyum.
Waktu berjalan, Rini terus belajar hingga dirinya menemukan kenikmatan. "Senang kalau belajar bersama guru karena selalu ada ilmu baru yang diberikan," tambahnya.
Sehari-hari, Rini rutin belajar tilawah selama satu jam. Ia kerap menggunakan waktu setelah Salat Magrib atau Subuh. Saat tampil di MTQ Nasional ke-29, Rini mengaku sempat merasa grogi.
"Alhamdulillah groginya hilang setelah perbanyak membaca istighfar dan selawat," akunya.
Rini juga berpesan kepada generasi muda untuk selalu membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur'an. Katanya, Al-Qur'an merupakan pedoman dalam menjalani kehidupan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



