Jakarta, Bimas Islam --- Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari. Menanggapi musibah yang kembali terjadi di tanah air, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial.
"Musibah dan bencana yang menimpa saudara-saudara kita adalah ujian bagi kepedulian dan kesetiakawanan sosial kita. Maka dari itu kita harus meningkatkan kepedulian sosial untuk membantu mereka," ujar Fuad dalam keterangan tertulis, Senin (5/4).
Menyikapi bencana alam yang kembali terjadi di tanah air ini, Fuad mengimbau agar semua pihak melihatnya melalui cara pandang ilmu dan iman agar terhindar dari sikap putus asa dan takabur.
"Semoga warga masyarakat yang terdampak bencana dan mengalami kerugian jiwa atau harta benda diberi ketabahan dan keikhlasan, serta lekas pulih dari dampak bencana," tutupnya.
Banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah NTT dipicu oleh intensitas hujan tinggi pada Minggu dini hari. BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah NTT sepekan ini.
Sementara pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata sekitar 256 jiwa mengungsi akibat banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



