Jakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama mengikuti pelatihan daring yang dihelat oleh Search For Common Ground (SFCG) pada Selasa-Kamis, 24-26 Agustus 2021. Pelatihan bertema Membangun Ketahanan melalui Kolaborasi Multipihak dalam Mencegah Kekerasan Berbasis Ekstremisme di Indonesia ini bertujuan semakin meningkatkan pemahaman Penyuluh Agama dalam membentengi masyarakat dari berbagai paham menyimpang.
"Pelatihan ini merupakan upaya memperkuat kapasitas Penyuluh Agama yang terlibat langsung dalam proses pencegahan ektremisme. Penyuluh juga terlibat langsung dalam rehabilitasi, reintegrasi mantan narapidana terorisme (napiter), deportan, dan returnis," ungkap Kepala Seksi Pengembangan Penyuluh Agama Islam Kemenag, Amirullah, Kamis (26/8/21).
Pria yang akrab disapa Bang Amir ini menambahkan, Penyuluh Agama Islam yang berjumlah 50.000 ini juga berperan aktif dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap pengaruh radikalisme.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Jakarta Selatan, Naif Adnan yang merupakan salah satu peserta pelatihan ini menyampaikan, Penyuluh sangat perlu mendapatkan materi terkait paham ekstrem dan menyimpang agar bisa melakukan tindakan pencegahan sekaligus membina para mantan teroris untuk kembali ke NKRI.
"Penyuluh sangat perlu memperbarui pengetahuan dan informasi tentang ekstremis karena bersinggungan langsung dengan binaannya di lembaga pemasyarakatan dan tempat-tempat penampungan returnis," ungkapnya.
Menurut Naif, penanganan para mantan napiter ini tidak hanya melibatkan pemerintah tapi akan lebih efektif jika semua pihak berkolaborasi.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakbar, Balai Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Penyuluh Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Ormas.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



