Bukittinggi, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam di Kota Bukittinggi gencar turun ke tengah masyarakat untuk menyosialisasikan program-program dari Kementerian Agama. Hal itu sebagaimana diungkapkan Darul Aspani, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi.
Darul menyampaikan, para Penyuluh Agama Islam di Kota Bukittinggi tidak pernah lelah untuk terus menyukseskan program Kemenag, salah satunya adalah program memberantas buta baca tulis Al-Qur'an.
“Ketika kita menemukan ada masyarakat yang belum bagus atau tidak bisa membaca Al-Qur'an, maka kita langsung turun untuk membantu agar bisa membaca. Kita upayakan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Darul dalam keterangannya kepada bimasislam, Jumat (4/6).
Ia menerangkan, program pemberantasan buta baca tulis Al-Qur'an menyasar dua target. Selain kalangan masyarakat yang memang sejak awal tidak punya basic belajar Al-Qur'an, target lainnya adalah kalangan masyarakat yang sudah pernah belajar Al-Qur'an namun belum lancar.
“Ada juga masyarakat yang memang sudah pernah belajar Al-Qur'an tetapi bacaannya masih belum benar, terutama cara pengucapan huruf, maka kita bina. Nah untuk kelompok ini kita memiliki program Kelompok Tahsin Al-Qur'an. Program tersebut dalam rangka memperbaiki bacaan yang sudah ada agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Selain program memberantas buta baca tulis Al-Qur'an, Penyuluh Agama Islam di Kota Bukittinggi juga tak jarang melakukan gerakan tentang pemahaman ajaran Islam yang mencakup perkara ibadah dan akhlak ke tengah mahasiswa. “Jadi memang program kita bermacam-macam, tergantung lokasi yang kita tuju,” katanya.
“Di Kota Bukittinggi, rata-rata penyuluhnya memegang wilayah binaan paling minimal 10 lokasi. Saya sendiri dari KUA Mandiangin Koto Selayan memiliki wilayah binaan hingga 14 lokasi. Setiap memberikan pelayanan, saya selalu melakukannya dengan sepenuh hati agar masyarakat juga bisa menerima apa yang saya sampaikan,” pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



