Nabire, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menegaskan program Kampung Zakat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia meminta jajaran Kemenag di daerah untuk berkolaborasi bersama Pemda, BAZNAS, dan LAZ dalam menyukseskan program tersebut.
"Kami sudah menjalankan program Kampung Zakat di 18 lokasi. Alhamdulillah, program ini semakin terlihat manfaatnya bagi masyarakat," ujar Tarmizi saat hadir di acara pelantikan pimpinan BAZNAS di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Nabire, Selasa (27/9/2022).
Tarmizi mencontohkan berkat program Kampung Zakat di Desa Kahayya, kini perolehan zakat yang mampu dicapai BAZNAS Kabupaten Bulukumba bisa menembus 21 miliar per tahun.
"Mereka bisa melihat bagaimana perkembangan perekonomian masyarakat Desa Kahayya sangat pesat setelah ditetapkan sebagai Kampung Zakat," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, Kemenag akan terus berupaya mewujudkan Kampung Zakat di tiap Kabupaten/Kota seluruh Indonesia secara bertahap. Hal ini, lanjutnya, menjadi salah satu program unggulan dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
"Selain Kampung Zakat, kami juga mempunyai program KUA Percontohan Ekonomi Umat dan Inkubasi Wakaf Produktif. Karena zakat dan wakaf apabila dimanfaatkan secara optimal mampu meningkatkan kesejahteraan umat," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



