Malang, Bimas Islam --- Jiwa Sohibul Izar, Penyuluh Agama Islam yang ditugaskan di Kecamatan Gedangan, Malang Selatan, merasa terpanggil untuk memperbaiki kehidupan warga yang rapuh secara ekonomi maupun spiritual. Sekadar contoh, pada mulanya di lokasi ia bertugas, warga laki-laki dewasa masih terbiasa melakukan mandi di sungai di lokasi yang sama dengan tempat mandi perempuan dewasa.
Demikian pula dalam hal pendidikan, masyarakat di daerah tersebut menganggap menyekolahkan anak bukanlah hal yang utama. Akibat himpitan ekonomi, anak-anak di desa tersebut harus bekerja membantu orangtua mereka mencari nafkah.
Dengan keinginan luhur untuk “memanusiakan manusia” Penyuluh Sohibul Izar bertekad untuk merubah tatanan kehidupan masyarakat di Bajulmati, Gedangan.
Pria kelahiran Mojokerto tahun 1966 ini, memulai dakwahnya dengan mendirikan sebuah lembaga sosial yang ia beri nama "Harapan Bajulmati", sebuah nama yang menjadi cita-cita dan harapannya untuk desa tercinta.
Sesuai dengan kebutuhan warga, lembaga sosial yang ia dirikan berfokus pada bidang pendidikan, wirausaha, pelayanan jasa, dan konservasi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Keseluruhan program itu ia bangun dengan manajemen serta adab dan akhlak mulia, dengan harapan dapat memanggil hati masyarakat untuk bersama memperbaiki kondisi lingkungan.
Di bidang pendidikan, Izar mendirikan TK dan PAUD yang keseluruhan tenaga pengajarnya adalah Muslim. Dengan demikian secara otomatis anak-anak usia dini bisa mendapatkan pendidikan dasar agama Islam.
Kemudian untuk merangkul para pemuda, Penyuluh berusia 53 tahun ini membuat program adventure (rafting) yang diminati kaum muda. Dari situ, ia menyisipkan dakwah dengan cara-cara santun dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari perilaku islami.
Selain itu, Izar juga mendirikan majelis taklim untuk meningkatkan pemahaman keagamaan warga sekitar.
Sementara di bidang kewirausahaan, ia mengaplikasikan program penanaman bibit mangrove di pesisir Bajulmati.
Program pemberdayaan masyarakat yang ia bangun lantas mengantarkannya menjadi Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019.
Tak hanya Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberi apresiasi berupa sepeda motor untuk memudahkan Sohibul Izar membangun cita-citanya.
Perjuangan Izar dapat menjadi inspirasi para Penyuluh Agama Islam lainnya di seluruh tanah air, untuk terus berjuang memperbaiki masyarakat di wilayah masing-masing.
Apresiasi yang diberikan oleh Pemprov Jawa Timur, juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia, untuk bersama dengan Kementerian Agama memberdayakan Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat di bidang agama.
Penulis: alif/sigit
Editor: sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



