Jember, Bimas Islam -- Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Universitas Islam Negeri K.H Achmad Shidiq (KHAS) Jember menggelar kuliah umum bertema 'Mendongkrak Animo Masyarakat dengan Literasi Zakat Wakaf'. Kuliah umum yang digelar Selasa (14/3) itu menghadirkan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor dan Kasubdit Akreditasi dan Audit Syariah Muhibuddin.
Dalam pidatonya, Tarmizi menyampaikan pengelolaan zakat wakaf di Indonesia menjadi rujukan dunia Islam. Hal ini, imbuhya, juga diperkuat oleh survei World Giving Index 2022 yang menyebut Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. "Indonesia juga memiliki tanah wakaf terluas serta lembaga amil dan nazir terbanyak," katanya. Hal itu, imbuh Tarmizi, harus diimbangi dengan kompetensi SDM Amil (pengelola zakat) dan Nazhir (pengelola wakaf) untuk mengejar target kesejahteraan umat melalui zakat dan wakaf.
"Adanya prodi Manajemen Zakat Wakaf di UIN KHAS Jember jadi langkah strategis untuk menyiapkan SDM pengelolaan zakat wakaf di Indonesia. Karena amil dan nazhir sejatinya profesi yang termaktub di al-Qur'an, sehingga lulusan Prodi Manajemen Zakat Wakaf harus bangga dan lebih giat belajar," ujar Tarmizi.
Tarmizi juga menyebutkan lima langkah strategis kolaborasi mahasiswa Manajemen Zakat Wakaf bersama Kementerian Agama. Pertama, perlunya sertifikasi amil dan nazir bagi mahasiswa sebagai bekal pendamping ijazah ketika wisuda. Kedua, perlunya pendirian laboratorium zakat wakaf sebagai praktikum mahasiswa zakat wakaf.
Ketiga, kolaborasi kampus dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Nazir dalam program magang kampus. Keempat, perlunya lokasi kuliah kerja nyata (KKN) Mahasiswa di lokasi Pemberdayaan Zakat, kampung zakat, dan program wakaf produktif.
Terakhir, mahasiswa bisa berkontribusi sebagai pendamping proses sertifikasi tanah wakaf sehingga target 45% tanah wakaf dapat disertifikatkan.
Kuliah umum tersebut dihadiri Rektor UIN KHAS Jember Babun Suharto dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Khamdan, serta civitas akademik kampus dan mahasiswa prodi Manajemen Zakat Wakaf. Agenda ditutup dengan sesi diskusi interaktif antar mahasiswa dan narasumber.
Ifm/Mr



