Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengungkapkan, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan stimulus dan pembinaan bagi para nazir agar pengelolaan tanah wakaf lebih produktif. Hal ini disampaikan Tarmizi dalam webinar Serumpun Keuangan Sosial Islam yang diselenggarakan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) di Jakarta, Senin (24/1/2022).
Tarmizi mencontohkan, Kemenag memberikan bibit tanaman buah-buahan kepada Yayasan Hutan Wakaf Bogor di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, agar hasilnya lebih produktif saat masa panen berlangsung.
"Selain itu, kita juga berikan pelatihan ternak lebah madu. Artinya dari hutan wakaf saja sebenarnya bisa kita kembangkan lagi agar semakin produktif," terang Tarmizi.
Tarmizi mengungkapkan, pendanaan stimulus untuk menghasilkan wakaf produktif salah satunya berasal dari wakaf uang yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2021 lalu.
"Sejak diluncurkan pada awal tahun 2021 lalu, para pegawai Kementerian Agama RI berhasil mengumpulkan sebanyak 4,5 miliar rupiah dalam jangka waktu hanya satu bulan," imbuhnya.
Tarmizi menargetkan, adanya perubahan terhadap regulasi wakaf untuk menyesuaikan dengan kemajuan sains dan teknologi serta perkembangan zaman.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



