Bogor, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam non-PNS Teladan asal Sumatera Utara, Armansyah Pasaribu tampil pada Pemilihan PAI Teladan Tingkat Nasional Tahun 2021. Pria kelahiran Pematang Siantar ini memaparkan inovasi bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) Sampah Jadi Ibadah.
"Bagi banyak orang, sampah menjadi masalah. Namun bagi kami, sampah bukan masalah, tetapi manfaat dan bisa berharga dalam kegiatan dakwah serta sosial," ungkap Armansyah saat ditemui di Bogor, Selasa (30/11/21).
Melalui gerakan Sampah Jadi Ibadah ini, Armansyah mengumpulkan sampah dari masyarakat. Hasil penjualan sampah ini dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan ibadah.
"Kita beli tempat sampah dan diletakkan di beberapa sudut kampung. Sampah yang dibuang masyarakat itu kita kumpulkan dan kita jual. Hasil penjualannya untuk santunan dan operasional kegiatan sosial," tambahnya.
Sehari-hari, Armansyah menyosialisasikan kegiatannya ini kepada 30-an majelis taklim yang ia bina. Hasil penjualan sampah ini terus bertambah hingga bisa memberikan santunan untuk warga kurang mampu.
"Selain itu, kita juga punya program memberikan pinjaman kepada jemaah majelis taklim. Pinjaman tanpa riba untuk modal usaha," tambahnya.
Hingga hari ini, gerakan yang dibangun Armansyah telah membuahkan hasil. Selain bertambahnya warga binaan dari kalangan pemulung dan warga kurang mampu, kegiatannya ini juga telah memiliki sejumlah aset.
"Kita putar dalam bentuk usaha, salah satunya bank sampah. Alhamdulillah kini kami telah memiliki 1 unit mobil pengangkut sampah, 2 becak motor, dan 100 tempat sampah," pungkas Armansyah.
Armansyah merupakan salah satu peserta pada Pemilihan PAI Teladan Nasional Tahun 2021 kategori non-PNS. Pada kategori ini, peserta sebanyak 30 yang merupakan PAI non-PNS Teladan perwakilan provinsi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



