Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag menggelar kegiatan Evaluasi Program Kampung Zakat. Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi, BAZNAS, dan LAZ, Senin-Rabu (13-15/6/2022).
Dalam sambutannya, Kasubdit Lembaga dan Informasi Ditzawa, Andi Yasri meminta kepada para peserta untuk merancang sebuah grand design program Kampung Zakat agar dapat menjadi program nasional.
"Program Kampung Zakat ini menjadi perhatian penuh dari Pak Dirjen, bagaimana caranya program ini dapat berjalan di seluruh Provinsi di Indonesia," ujar Andi, Senin (13/5/2022).
Andi menyampaikan, untuk mewujudkan program Kampung Zakat dapat berjalan baik, jajaran Kanwil Kemenag Provinsi harus berkolaborasi bersama pemerintah daerah (Pemda) setempat. Menurutnya, program ini bermanfaat untuk memberdayakan warganya.
"Alhamdulillah, saat ini sudah ada 7 Pemda yang mengajukan proposal, salah satunya yang telah ditindaklanjuti adalah Kampung Zakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT)," ungkapnya.
Andi mengapresiasi sejumlah Kampung Zakat yang mempunyai perkembangan cukup signifikan hingga saat ini, seperti Kampung Zakat di Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang dinobatkan sebagai Kampung Zakat terbaik.
"Kampung Zakat di Kabupaten Sambas itu kini menjadi role model bagi desa lainnya. Program ini berhasil mengubah dari status desa tertinggal menjadi desa maju," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



