Aceh Utara, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Matangkuli, Aceh Utara melakukan koordinasi bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) untuk melakukan distribusi bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir.
Kepala KUA Matangkuli, Helmi Saputra menyampaikan, akibat banjir yang merendam di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara sejak Minggu (2/1/2022) lalu membuat warga mengungsi ke posko-posko terdekat yang telah didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Meski sudah surut, tapi cuaca masih belum cerah, sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian, sebagian lagi sedang membersihkan sisa-sisa lumpur di rumahnya," terang Helmi saat dihubungi tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (4/1/2022).
Helmi mengaku, akibat banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, layanan publik di KUA Matangkuli terpaksa mereka tutup selama dua hari karena sejumlah akses jalan yang terendam banjir.
"Selain itu, listrik juga baru dinyalakan lagi oleh pihak PLN pada pukul 11 siang tadi. Sepanjang hari ini pun belum ada warga yang datang ke KUA, dan kami juga sedang fokus membantu distribusi logistik dari BPBD," tutupnya.
Hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak Kamis (30/12/2021) lalu menyebabkan banjir di daerah tersebut meluas hingga 11 kecamatan sehingga mengakibatkan 25.032 warga terdampak dan 1 korban meninggal dunia. 11 kecamatan terendam banjir yakni Kecamatan Dewantara, Sawang, Banda Baro, Cot Girek, Matangkuli, Lhoksukon, Pirak Timur, Tanah Luas, Samudera, Geureudong Pase, dan Kecamatan Langkahan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



