Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed Matar Salim Al-Kaabi mengunjungi Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Al-Kaabi menyampaikan kekagumannya kepada bangsa Indonesia.
"Indonesia adalah negara yang punya sejarah keemasan. Tentu kami ingin belajar kepada Indonesia. Kalian adalah saudara kami meski jarak antara kita berjauhan," ungkap Al-Kaabi di Kantor Kemenag Pusat, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/3/21).
Sejarah keemasan Indonesia inilah yang membuat UEA merasa aman dan nyaman untuk terus menjalin kerja sama bilateral dengan Pemerintah Indonesia. Al-Kaabi mengatakan, dua negara sepakat untuk menampilkan Islam yang penuh kasih sayang
"Kita mengetengahkan dan mengemukakan ajaran Islam kepada dunia yaitu agama kasih sayang yang tidak ada kekerasan di dalamnya. Hal ini pula yang membuat kami merasa aman dan nyaman serta ada kepentingan bersama untuk mewujudkan itu semua," tambahnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Al-Kaabi juga menceritakan langkah yang ditempuh Pemerintah UEA dalam mewujudkan toleransi. Al-Kaabi menyebut, UEA merupakan negara dengan warga asing dari 200 negara.
"Ada lebih dari 200 warga negara asing di UEA. Mereka semua bekerja dan dilindungi undang-undang. Tidak ada perbedaan antara warga asli dan warga negara asing. Kami menjadi model bagi masyarakat dunia tentang toleransi," terang Al-Kaabi.
Saat menyambut kunjungan Al-Kaabi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didampingi pejabat eselon I,II dan staf khusus serta tenaga ahli di lingkungan Kementerian Agama.
(Pirman)
Foto: Riki (HDI)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



