Jakarta, bimasislam --- Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan pengembangan literasi dan kepustakaan bagi warga Muslim di tanah air menjadi hal penting yang menjadi prioritasnya.
“Pengembangan literasi itu penting bagi umat Islam, terutama karena Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim,” katanya saat pembukaan acara Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakbar, Senin (24/06/2019).
Ia menjelaskan, salah satu cara utama mengembangkan literasi bagi masyarakat muslim adalah dengan penyediaan perpustakaan masjid sebagai sarana belajar masyarakat.
“Perpustakaan masjid ini sebagai sarana peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Islam, baik literasi dasar, literasi informasi, maupun literasi keagamaan,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan bentuk lain dari pengembangan kepustakaan Islam adalah pengendalian mutu buku-buku yang beredar di tengah masyarakat.
Pasalnya dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 42 tahun 2016 disebutkan bahwa tugas dan fungsi Kementerian Agama RI dalam pengelolaan kepustakaan Islam adalah merumuskan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kepustakaan ini.
“Kementerian Agama RI bertanggungjawab untuk mengembangkan tata aturan atau ketentuan legal (regulasi) tentang penyelenggaraan sistem kepustakaan dan perpustakaan di lingkungan umat Islam, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam,” tuturnya.
Dikatakannya, kesadaran tentang literasi di tanah air menjadi penting mengingat indeks literasi masyarakat Indonesia sangat rendah. "Peringkat literasi kita urutan ke 60 dari 61 negara. Hanya satu tingkat di atas Botswana," katanya.
Ia mengingatkan, masyarakat dengan indeks literasi yang rendah amat rentan terprovokasi oleh sebaran informasi palsu (hoax) yang mengganggu keharmonisan sosial karena tidak punya nalar yang benar di dalam mencerna informasi.
Untuk itu, ia mengatakan, pelatihan literasi informasi bagi generasi milenial menjadi penting, agar generasi muda sebagai penerus bangsa di masa depan dapat cerdas dalam menerima dan mencerna informasi di tengah kemajuan teknologi seperti saat ini.
Dalam kesempatan itu, Guru Besar Ilmu Hadits UIN Alauddin Makassar itu menyebut bahwa instansinya memiliki banyak program bagi generasi milenial.
"Boleh dikatakan Satuan Kerja kami yang paling banyak memiliki program bagi generasi milenial, seperti Pelatihan Jurnalistik, Fotografi, Videografi, Seni Budaya, Zakat Wakaf Goes to Campus, Literasi Informasi, Kepustakaan, dan sebagainya," ujarnya.
Kegiatan Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial digelar selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2019. Sebanyak 80 peserta milenial dari berbagai komunitas, organisasi pemuda, organ mahasiswa, jurnalis media Islam, ormas, dan mitra Bimas Islam turut hadir dalam acara tersebut.
Selain Dirjen, Menteri Agama, Sesditjen, dan Kabag Data, SI dan Humas, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan itu antara lain dari Kominfo (Peta Sebaran Hoax di Tanah Air), Bareskrim Mabes Polri (Penerapan UU ITE dalam Penanggulangan Informasi Palsu), Dewan Pers (Peran Media dalam Penyebaran Hoax), serta Staf Ahli Menteri Agama Prof Oman Fathurrahman (Arah dan Strategi Kementerian Agama di Bidang Komunikasi dan Informasi bagi Generasi Milenial).
Penulis : tomy-sigit
Editor: sigit
Foto: bimasislam



