Jakarta, Bimas Islam -- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Adib memberi apresiasi atas keberhasilan Bimas Islam mengelola pelayanan publik. Ia memberi pesan, prestasi tersebut harus beriringan dengan kebijaksanaan, agar dapat dipertahankan.
“Kita bersyukur bahwa hasil kerja keras teman-teman di seluruh unit Bimas Islam membuahkan hasil. Apa yang kita kerjakan selama ini tidak sia-sia. Kita mulai keluar dari zona nyaman dan mau menggali serta mengkaji hal baru yang out of the box, sehingga mendapat pencapaian seperti ini,” pesan Adib saat ditemui di Kantor Bimas Islam, Selasa (21/2/2023).
”Kita tidak boleh berpuas diri. Berikutnya adalah membuktikan apakah pencapaian kita menjadi wujud dari perubahan budaya kerja atau hanya euforia sesaat. Ini yang perlu kita waspadai,” lanjutnya.
Adib mengatakan, perolehan nilai yang tinggi dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan penilaian Ombudsman juga merupakan lonjakan yang sangat besar. Perolehan tersebut, imbuhnya, harus menjadi ritme baru yang tercipta, kemudian menjadi kebiasaan baru dalam bekerja.
Adib kemudian menganalogikan pencapaian tersebut seperti seorang atlet lari untuk meraih rekor terbaik. Pada awalnya memecahkan rekornya sendiri, hingga kemudian melampaui rekor dunia.
“Analoginya seperti atlet, obsesi atlet adalah memecahkan rekornya sendiri sebelum memecahkan rekor dunia. Jadi semisal berhasil lompat dua meter, dia nanti naikkan lima meter. Apabila berhasil berarti dia melampaui rekornya. Kemudian ditingkatkan lagi hingga ia berhasil memecahkan rekor dunia, kemudian rekor itu menjadi standar yang menjadi habit-nya dia,” ujarnya.
“Ini yang kita inginkan, capaian ini yang menjadi habit standar kita. Pokoknya jangan sampai kendor,” pungkasnya.
Fn/Mr



