Jakarta, bimasislam --- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menggelar Pembinaan Rohani bagi seluruh pegawai. Acara bertajuk "Meneladani Rasulullah sebagai Insan Kamil" itu dihelat di Auditorium HM.Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Senin (19/11).
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan agenda resmi negara. "Ada tiga hari besar Islam yang dilaksanakan di Istana Negara, yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW, Peringatan Isra Miraj, dan Nuzulul Quran," ujarnya.
Oleh karena itu Dirjen menyambut baik, jika Bimas Islam juga menggelar acara serupa bagi seluruh pegawai. "Minimal tiga kali setahun, kita gelar peringatan hari besar Islam bagi para pegawai, sebagai wahana silaturahmi antar kita," kata Dirjen.
Dirjen berharap melalui peringatan hari besar Islam bagi seluruh pegawai ini, ikatan kekeluargaan antar pegawai dapat terjaga dan terus meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai penceramah salah seorang kyai sepuh Nahdhatul Ulama, KH Manarul Hidayat.
Dalam ceramahnya, Kyai Manarul berpesan agar pegawai Ditjen Bimas Islam mengikuti konsep hidup Rasulullah SAW. Salah satu tugas Rasulullah SAW, imbuhnya, adalah membina mental dan memanusiakan manusia.
"Manusia adalah makhluk Allah yang mulia, perlakukan selayaknya hamba-hamba Allah yang mulia," jelasnya.
Hal lain yang disampaikan oleh kyai yang memiliki candaan khas ini, adalah perlunya semua pihak menjaga ketahanan keluarga masing-masing. "Keluarga adalah benteng dari keutuhan negara dan bangsa, jika keluarga-keluarga hancur, maka negara dipastikan juga hancur," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahbubiyah itu juga mengingatkan, agar setiap Muslim menjaga akidah keluarganya pada jalan ahlussunnah wa jamaah. "Sunnahnya dari Rasulullah, jamaahnya dari tradisi atau kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang baik," terang kyai.
Secara khusus, Kyai Manarul juga menitip pesan bahwa pegawai Bimas Islam memempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam.
"Ini penting untuk menjaga serta memperkokoh NKRI. Jangan sampai negara yang berdiri dengan perjuangan para ulama ini, tercerai berai seperti negara-negara lain yang bertikai karena perbedaan," pesannya.
Selain dihadiri sekitar 200 pejabat dan pegawai Ditjen Bimas Islam, kegiatan pembinaan rohani tersebut juga dihadiri para pegawai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Unit Percetakan Alquran (UPQ).
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



