Jakarta, Bimas Islam -- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar program peningkatan kompetensi ASN melalui Corporate University, sebagaimana diamanatkan dalam UU ASN No. 20 Tahun 2023. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan ASN melalui bimbingan teknis dan workshop dengan pendekatan pendidikan teman sebaya (peer education).
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menjelaskan, program tersebut dirancang untuk mencetak trainer internal bersertifikasi di lingkungan Bimas Islam. "Pada 2024, kami akan menyertifikasi trainer internal dengan keahlian khusus dalam pengolahan data berbasis spreadsheet," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Program ini melibatkan 80 peserta yang terbagi dalam empat sesi pelatihan. Peserta terdiri dari 20 pendamping trainer internal, 10 fasilitator OKH, 5 konsultan, dan 3 penjamin mutu dari Pusdiklat. Pelatihan ini diharapkan dapat memberi kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital.
"Kita memerlukan SDM yang bijak dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tuntutan zaman," jelasnya.
Kamaruddin menambahkan, meskipun kerja konvensional masih diperlukan, akselerasi melalui penggunaan instrumen yang lebih canggih seperti pengolahan data adalah keharusan. Menurutnya, kemampuan SDM dalam memproduksi, mengolah, dan menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas sangat penting dalam mendukung kinerja organisasi.
"Data adalah unsur paling penting dalam organisasi. Pengelolaan data yang baik akan menghasilkan informasi akurat yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan," tuturnya.
Wcp/Mr



