Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) mematangkan ajang Kepustakaan Islam Award (KIA) 2024 dengan menyusun instrumen penilaian untuk setiap kategori penghargaan. Kategori-kategori tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam VIII bertema “Perumusan Instrumen Penilaian Kepustakaan Islam Award” yang digelar di Jakarta, Rabu-Kamis (9-10/10/2024).
Terdapat empat kategori dalam Kepustakaan Islam Award 2024, yaitu kategori ASN, penulis masyarakat, pegiat literasi, dan perpustakaan masjid. Aspek penilaian pada kategori ASN dan penulis masyarakat meliputi ketokohan atau profil penulis, produktivitas, kualitas buku, reputasi penerbit, partisipasi dalam program pembangunan, serta rekam jejak penulis.
Sementara itu, dalam kategori pegiat literasi, aspek rekam jejak menjadi indikator penilaian. Selain itu, indikator lainnya adalah popularitas pegiat, kegiatan literasi yang berhubungan dengan keagamaan, kontribusi dan dampak terhadap masyarakat, serta dedikasi dalam pengabdian masyarakat.
Untuk kategori perpustakaan masjid, penilaian akan mencakup organisasi, manajemen, tata ruang, koleksi perpustakaan, serta layanan, kerja sama, kegiatan, dan promosi yang dilakukan oleh perpustakaan masjid.
Plt Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ahmad Zayadi mengatakan, Kemenag telah memiliki Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 9 Tahun 2021 tentang Pengesahan Standar Mutu Buku Umum Keagamaan. Dengan regulasi tersebut, diharapkan proses penilaian dapat berjalan sesuai dengan yang regulasi.
“Hal penting yang harus diperhatikan adalah mutu buku. Buku harus bebas dari unsur diskriminasi terhadap suku, agama, dan budaya, bebas dari pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, serta paham terorisme. Buku tersebut juga harus mampu mengembangkan moderasi beragama,” jelas Ahmad Zayadi, Rabu (9/10).
Ahmad Zayadi menambahkan, upaya tersebut dapat menjadi warisan berkelanjutan di masa depan. Ia mengibaratkan proses ini seperti menanam bibit unggul di lahan yang subur, dengan memastikan bahwa seluruh potensi masalah dapat dihindari, agar di masa mendatang, hasil yang baik dapat dipetik.
“Apa yang kita upayakan hari ini diharapkan dapat menjadi legacy. Kita sedang menanam bibit unggul di lahan yang subur, memastikan tidak ada hama, sehingga di masa mendatang, kita dapat memetik hasil yang baik.”
FGD ini dihadiri jajaran pegawai Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, mitra kepustakaan, Event Organizer (EO), Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jakarta, serta para akademisi.
Wcp/Mr



