Kupang, Bimas Islam - - Plt Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama (Kemenag) A. M. Adiyarto Sumardjono mengapresiasi keterlibatan Ditjen Bimas Islam dalam pergelaran Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II yang diadakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Adiyarto mengatakan, keterlibatan Ditjen Bimas Islam di acara umat Katolik adalah contoh yang memperlihatkan bahwa Pesparani bukan acara yang hanya melibatkan satu agama tetapi dari seluruh agama.
“Acara yang melibatkan berbagai agama dalam kepanitiaan memiliki atmosfer kebersamaan yang kuat dalam menjaga keberagamaan di Indonesia,” kata Adiyarto kepada bimasislam di Kupang, NTT, Jumat (28/10).
Senada dengan Adiyarto, Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung mengatakan, keterlibatan Ditjen Bimas Islam di perhelatan Pesparani II adalah sebagai bentuk menjalankan program Moderasi Beragama yang merupakan program prioritas Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
”Moderasi Beragama, yaitu upaya untuk membangun cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang benar. Moderat artinya berada di tengah, itulah yang harus ditunjukkan dalam kehidupan beragama, hidup berdampingan dengan negara supaya aman, damai dan sejahtera,” kata Jeane.
Jeane menyitir ucapan Menag yang mengatakan, Kemenag adalah inspirasi dalam menjaga kehidupan keberagamaan di Indonesia. Jeane menilai, agama yang berbeda-beda adalah kekayaan luar biasa yang harus dijaga dan dirawat untuk menjaga kehidupan rukun dan damai di Tanah Air.
Sebagai informasi, Ditjen Bimas Islam berpartisipasi dalam pergelaran Pesparani II dengan mendirikan stan bersama Bimas Katolik, Bimas Kristen, Bimas Hindu, dan Bimas Budha menyampaikan pesan toleransi kepada masyarakat.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



