Bali, bimasislam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin membuka secara resmi Bimtek Falak MABIMS Tahun 2018. Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Falak di Negeri Serantau” ini berlangsung selama tiga hari, 16-18 Juli, dan bertempat di Hotel Trans Resort Bali.
Dalam sambutannya Dirjen menekankan pesan penting terkait penguatan niat, komitmen dan integritas khususnya dalam pengembangan pengetahuan hisab rukyat, tidak hanya di tanah air melainkan pula dari Negara-negara MABIMS, seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.
“Pertemuan berharga ini, utamanya ditujukan sebagai ajang silaturrahim para pegiat Falak, namun selain itu dimaksudkan pula untuk memperkuat kembali niatan, komitmen serta integritas kita semua dalam pengembangan pengetahuan di bidang hisab rukyat, di Indonesia khususnya, maupun di antar sesama Negara serantau”, pesan Amin.
Di hadapan peserta, mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo ini menyampaikan berbagai langkah perbaikan yang telah ditempuh Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan hisab rukyat di Indonesia.
“Selama ini kita senantiasa bersungguh-sungguh dalam melakukan beragam perbaikan, misalnya saja mulai dari jalur regulasi, penguatan manajemen, penumbuhan budaya profesionalisme hingga pengembangan sarana prasarana, dan hal ini diperuntukkan guna meningkatkan kualitas layanan hisab rukyat di masa-masa mendatang”, ungkap Amin.
Menutup sambutannya, Profesor di Bidang Ilmu Hadis ini mengingatkan muara dari segala program dan kebijakan, yaitu berupa pemupukan ukhuwah Islamiyah antar bangsa dan keharmonisan sosial.
“Seiring dengan menguatnya pemahaman, pengamalan dan pengembangan nilai-nilai agama, khususnya di bidang hisab rukyat, terutama dalam penentuan awal bulan qamariyah, waktu shalat, arah qiblat hingga gerhana matahari, maka muara dari ini semua adalah terciptanya ukhuwah islamiyah dan keharmonisan sosial, baik di Indonesia dan juga antarbangsa MABIMS”, pungkasnya.
Hadir dalam acara pembukaan ini, Dirjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kasubdit Hisab Rukyat & Syariah Bimas Islam, Dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, serta 30 orang peserta Bimtek Falak, terdiri dari 12 Anggota MABIMS, yaitu wakil dari Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura, Penyuluh Agama Islam Daerah dan Pusat.
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto : Zam-zam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



