Palembang, Bimas Islam --- Sebanyak 60 petugas KUA dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Selatan (Sumsel), Riau, dan Lampung tampak serius mengikuti paparan materi dari Konsultan Layanan Publik Markplus Institute, Magdalena Asmayasari. Maya menjabarkan manfaat komunikasi efektif sebagai bagian dari layanan prima petugas KUA.
"Komunikasi efektif bisa membangun kesepahaman. Kesepahaman terbentuk saat komunikator dan komunikan mampu saling memahami," ungkap Maya di Hotel Alts, Kota Palembang, Kamis (14/7/22).
Maya menambahkan, komunikasi efektif merupakan alat koordinasi yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, komunikasi efektif akan berdampak pada pengambilan keputusan yang solid.
"Produktivitas juga akan meningkat melalui komunikasi efektif. Kemudian, hubungan antara petugas layanan dan masyarakat yang dilayani akan lebih kuat," tambahnya.
Pada akhirnya, pungkas Maya, komunikasi efektif tidak bisa ditawar dalam upaya meningkatkan profesionalitas. Petugas KUA diharapkan terus meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan bimbingan dan layanan kepada masyarakat.
"Komunikasi efektif bisa dilatih dengan menjadi pendengar yang baik. Komunikator andal bukan hanya ia yang pandai berbicara tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



