Kendari, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Fesal Musaad menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Pernikahan (Bimwin) Pranikah Bagi Usia Remaja dan Workshop Pengembangan Profesi Guru MTs dan MA, di Aula Safitri Batauga, Rabu (17/3).
Dalam sambutannya Kakanwil yang didampingi Kepala Kemenag Buton Selatan Mukhtar mengatakan, Bimwin sangat penting dilakukan bagi usia pranikah, agar remaja mengetahui seluk-beluk pernikahan dan segala permasalahannya.
"Kegiatan ini dilakukan karena adanya isu perkawinan anak usia dini. Bimwin ini terbagi tiga, pertama Bimwin bagi bakal calon, tujuannya agar jangan cepat nikah. Kedua, bagi pasangan calon, usia 19 tahun ke atas diberikan bimbingan pranikah. Ketiga, bimbingan pernikahan, konseling dan koordinasi jika ada masalah dalam keluarga," jelas Faesal.
Tujuan diberikannya Bimwin bagi usia remaja, menurut Faesal, agar remaja usia sekolah bisa menghindari kejadian pernikahan usia dini, karena pada usia tersebut remaja masih dalam ketidakstabilan emosi, sehingga bisa memicu terjadinya KDRT dan tingginya angka perceraian.
"Harapan kita semua, anak-anak yang merupakan generasi kedepan, agar fokus dalam mengenyam pendidikan. Karena usia ini masih labil dan rawan, sehingga bisa memicu tingginya KDRT dan angka perceraian. Selain itu, juga mencegah stunting pada anak, karena orangtuanya yang belum paham dalam merawat dan mendidik anak," imbuhnya.
Faesal menilai, pentingnya ketahanan keluarga, karena secara sosiologi, keluarga adalah lembaga sosial terkecil namun memiliki pengaruh yang besar bagi kemajuan bangsa.
"Ruang kelas dan ruang keluarga menjadi titik tumpu untuk kemajuan bangsa. Bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang ditopang oleh keluarga yang kompak. Karena keluarga adalah teras negara, jika terasnya rapuh, maka negara runtuh," jelasnya.
Ia mengungkapkan, Kemenag akan membangun sinergitas dengan BKKBN melalui wadah PPKS (Pusat Pembinaan Keluarga Sejahtera). "Melalui wadah ini, akan diberikan konseling jika ada permasalahan dalam rumah tangga. Selain itu, diberikan pemahaman mengenai bagaimana pencegahan stunting pada anak, termasuk cara mendidik anak," pungksnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



