Jakarta, bimasislam - Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin sampaikan pesan tentang pentingnya mengampanyekan ide wasathiyah atau moderasi Islam bagi takmir masjid sebagai benteng dalam menghadapi tersebarnya paham radikal dan bermasalah di masyarakat. Di hadapan 35 orang peserta perwakilan Takmir Masjid Lembaga Pemerintah dan BUMN ini, Dirjen menjelaskan tentang keutamaan penjabaran nilai moderasi Islam yang dapat dilakukan oleh para takmir, sehubungan dengan fungsi masjid yang mewarisi misi dakwah rahmatan lil alaminnya Nabi Muhammad Saw.
“Tujuan utama dari gagasan wasathiyah atau yang biasa kita kenal dengan moderasi Islam itu adalah tercapainya misi dakwah yang rahmatan lil alamin, hal ini sebagaimana melekat pula dalam karakter yang dimiliki oleh baginda Nabi Besar Muhammad Saw”, pesan Dirjen.
Konsep wasathiyah menurut Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alaudin Makassar ini memiliki banyak sandaran baik di dalam nash al-qur’an maupun turats keislaman. Di dalam kajian ilmu hadis, Amin menerangkan tentang konsep tawassuth yang juga merupakan derivasi kata yang sama, dan memiliki makna yaitu sikap yang mengambil jalan tengah antara dua kutub ekstrim pemikiran.
Penjabaran gagasan yang disampaikan Dirjen, turut diamini pula oleh Agus Muhammad wakil dari P3M melalui persentasi yang secara khusus mengangkat peran masjid dalam memperkuat persemaian moderasi Islam. “Peran moderasi Islam dalam era perubahan sosial yang serba cepat saat ini adalah sebuah kebutuhan yang tidak lagi bisa ditawar”ungkap Agus. Hal ini menurutnya dikarenakan kondisi pergerakan informasi yang cepat, menyebabkan seseorang cenderung gamang dalam menentukan sumber-sumber pengetahuan, khususnya di bidang keagamaan yang benar-benar memberikan nilai manfaat dan kemaslahatan. Dengan memberikan tawaran reposisi peran masjid, yang secara fungsi layanan tetap merupakan akses utama jamaah dalam beribadah maupun mendapatkan pengetahuan, Ketua Dewan Pengawas P3M ini cukup optimis akan peran takmir dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan peradaban Islam di masyarakat.
Turut menyampaikan materi dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut (21-23/11) di Hotel Erian Jakarta ini antara lain, Ketua Departemen Dakwah PP DMI Ahmad Yani, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, Direktur Lembaga Insep Ahmad Syafii Mufid, Direktur Urais Binsyar Agus Salim dan Direktur Penais Juraidi.
Penulis :syafaat
Foto :bimasislam
Editor :Jamal M Marki
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



