Jambi, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Muhamad memberikan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Islam (PAI) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi pada Selasa (2/1) dengan mengangkat tema Memahami Tugas dan Fungsi Penyuluh Dalam Membangun Kualitas Umat Yang Unggul.
Bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, kegiatan pembinaan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, Pejabat Eselon IV di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, dan para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi.
Kakanwil mengingatkan bahwa terpanggil menjadi penyuluh agama islam itu diperintah bukan memerintah, yaitu diperintah oleh negara melalui tugas dan fungsi penyuluh yang telah ditegaskan melalui peraturan yang telah ditetapkan.
“Jadi saat ini bukan saatnya lagi kita menjadi orang yang suka memerintah, namun kita diperintah untuk melayani orang banyak. Harus diingat bahwa kita adalah pelayan umat, pelayan masyarakat,” tegas Kakanwil.
Kakanwil juga mengingatkan bahwa penyuluh agama Islam adalah contoh dan teladan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh agama Islam harus disiplin menjalankan nilai-nilai agama Islam terlebih dahulu agar dapat mengedukasi umat Islam mengenai ajaran agama Islam.
“Penyuluh itu menjadi contoh bagi masyarakat. Dia harus disiplin menjalankan ajaran agama Islam sebab dia yang akan mengedukasi masyarakat mengenai ajaran agama Islam,” kata Kakanwil.
Penyuluh juga harus menunjukkan sikap dan tindakan yang berlandaskan ajaran agama Islam. “Apa yang kita ajarkan harus kita terapkan dulu. Jangan justru kita yang merusak citra positif penyuluh agama Islam karena tindakan kita sendiri,” imbau Kakanwil.
Penyuluh agama Islam saat ini diharapkan dapat memberikan pembaharuan bagi umat Islam sebab sudah memiliki kualitas dan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
“Penyuluh masa kini beda karena sudah menjalani tes kompetensi. Wajar kalau penyuluh agama Islam sekarang hebat karena sudah memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujar Kakanwil.
Untuk meningkatkan kualitas kompetensi penyuluh, Kakanwil meminta penyuluh agar keluar dari zona nyaman penyuluh dengan terus mempelajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan yang ada untuk memberikan inovasi baru dalam kegiatan penyuluhan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.
“Jangan mau terkekang dengan keadaan. Jadi penyuluh harus berpikiran optimis dan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat sebab penyuluh adalah bentuk kehadiran Kementerian Agama di tengah-tengah masyarakat,” himbau Ka.Kanwil.
Menurut Kakanwil, salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan penyuluh agama Islam adalah menyatukan persepsi umat Islam mengenai pemahaman ajaran agama Islam dalam pemahaman yang sama walaupun dalam aliran yang berbeda dengan memahami kondisi umat di lapangan.
“Mari kita menyatukan umat Islam dengan menyatukan persepsi masyarakat. Penyuluh membuat apa yang tidak sepaham menjadi sepaham. Jangan justru kita memecah umat dengan membuat dalil-dalil sendiri yang mengandung unsur provokasi,” tegas Kakanwil.
(jambi.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



