Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, M. Adib mengajak 110 petugas KUA mengamalkan prinsip layanan berbasis kenabian. Menjelaskan prinsip layanan ini, pria yang akrab disapa Gus Adib ini mengutip Surah At-Taubah ayat 128.
Dijelaskan dalam ayat tersebut, Nabi Muhammad Saw merasakan penderitaan berat yang dialami umatnya. Perasaan inilah yang membuat Nabi memberikan dakwah dan respons terbaik atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Rasul gak tahan. Beliau merasakan penderitaan berat umatnya. Beliau gak tega, gak tahan, dan gak kuat melihat penderitaan umat seperti terkandung dalam kalimat 'azizun 'alaihi ma 'anittum (berat terasa olehnya penderitaanmu)," ungkap Gus Adib dalam Bimtek Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah Angkatan 1 dan 2 di Hotel Orchardz, Jakarta, Selasa (15/3/22).
"Berikan layanan dengan rasa empati mendalam terhadap penderitaan masyarakat sehingga masalah yang mereka alami bisa kita ringankan," lanjut Gus Adib.
Prinsip selanjutnya disebutkan dalam kalimat harishun 'alaikum (sangat besar keinginannya). Kata Gus Adib, setelah mengetahui penderitaan masyarakat Nabi berkeinginan kuat untuk menjadi solusi.
"Apa solusinya? Bil mu'minina roufun rohiim (amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin). Layani, lindungi, ayomi, bimbing, dan dampingi. Ayomi dan lindungi perasaannya, harga dirinya, dan kepentingannya. Itulah kewajiban kita sebagai wakil negara," pungkas Gus Adib.
(Pirman)
Photographer: Shandry F. N.
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



