Bandung, Bimas Islam— Ketua Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ermaya Suradinata menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang berdampak pada keharmonisan sosial. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan "Dialog Pemuda Lintas Paham Keagamaan Islam" yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag di Bandung, Rabu (4/9/2024).
Ermaya mengatakan, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan untuk menyatukan bangsa. Dikatakannya, ketidakpastian geopolitik telah memengaruhi hubungan antarnegara dan kelompok agama di dalam negeri. Ketegangan politik internasional sering kali berdampak pada meningkatnya intoleransi, termasuk di Indonesia.
"Moderasi beragama menjadi benteng bagi Indonesia untuk menjaga persatuan di tengah arus informasi dan propaganda yang dapat memecah belah," ujar Ermaya.
Ia menjelaskan, moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan praktik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian, moderasi beragama bisa menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan kedamaian sosial.
"Nilai-nilai moderasi seperti toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan dialog antaragama harus terus dipupuk di semua lapisan masyarakat," tegasnya.
Ermaya juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, pemuda adalah agen perubahan yang memiliki pengaruh besar, terutama dalam penggunaan media sosial yang sering menjadi medan pertempuran ideologi.
"Pemuda harus menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan moderasi. Mereka memiliki akses luas ke teknologi dan bisa memanfaatkannya untuk menyuarakan pentingnya toleransi dan persatuan," katanya.
Di tengah berbagai gejolak geopolitik yang melanda dunia, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keharmonisan sosial. Menurut Ermaya, moderasi beragama adalah kunci utama untuk memastikan masa depan yang damai dan sejahtera bagi semua kalangan.
"Jika kita bisa memperkuat moderasi beragama, kita akan mampu menghadapi segala tantangan, baik di tingkat nasional maupun global," tutup Ermaya.
Fn/Mr



