Grobogan, Bimas Islam -- Kepala Kankemenag Kabupaten Grobogan, Imron menyampaikan peran penting Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam program revitalisasi KUA. Hal ini disampaikan Imron saat membuka Focus Grup Discussion (FGD) tentang Pemetaan Penyuluh Agama.
"Seiring revitalisasi KUA, peran penyuluh agama sangat penting. Oleh karenanya, penyuluh agama harus meningkatkan kinerja dan memajukan kualitasnya. Penyuluh agama merupakan sumber daya di KUA yang harus on the time on the track," kata Imron di Grobogan, Jumat (9/9).
Dia mengatakan, revitalisasi KUA merupakan program Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar keberadaan KUA lebih baik dari segi pembangunan gedung maupun pelayanan masyarakat. "Maka perlu kita upgrade kinerja dan kualitas penyuluh agama,” tegas Imron.
Imron menerangkan, peran penyuluh juga sangat dibutuhkan dalam bersinergi dengan penghulu. Dia menjelaskan, semakin ke depan sinergi antara penghulu dan penyuluh semakin penting dalam menunjang peningkatan layanan keagamaan terhadap masyarakat.
“Jabatan penyuluh ke depan sangat strategis, kalau perlu ditingkatkan pendidikan seiring dengan kemajuan digitalisasi dan kebutuhan akan pengalaman dan pengetahuan untuk menyesuaikan perkembangan zaman,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan FGD sangat penting sebagai upaya memperkuat koordinasi pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dan Non-PNS, di mana PAIF akan memberikan pendampingan dan pembinaan kepada penyuluh agama Non-PNS.
"Koordinasi sangat penting. Peningkatan kompetensi kerja pokok dan fungsi juga tidak kalah penting, karena berkaitan dengan optimalisasi peran penyuluh agama di tengah masyarakat. Untuk itulah FGD ini dilaksanakan agar penyuluh agama semakin profesional," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



