Cilacap, Bimas Islam -- Kepala Kankemenag Cilacap, Imam Tobroni mengatakan, penyuluh agama merupakan teladan bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Imam saat membuka Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama di Fave Hotel, Cilacap, Senin (7/11).
"Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan edukasi secara lisan, tetapi sikap dan tindakan penyuluh agama juga harus menjadi teladan bagi masyarakat," ujar Imam di hadapan Kepala KUA se-Kabupaten Cilacap dan Banyumas.
Menurut Imam, penyelenggaraan pelatihan itu merupakan keputusan yang tepat. Sebab, kata dia, penyuluh agama harus memahami apa yang diucapkan dalam bentuk sikap dan tindakannya di tengah masyarakat.
"Penyuluh agama diharapkan mampu untuk mendiseminasikan nilai-nilai moderasi beragama ke tengah masyarakat, sehingga upaya mewujudkan hubungan antarumat beragama yang guyub, rukun, dan damai dapat terealisasi," jelasnya.
Imam menambahkan, moderasi beragama tidak hanya menyatukan, tetapi memperkuat jalinan tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan antarsesama.
"Moderasi beragama menjadi tonggak pemersatu bangsa dari berbagai konflik yang belakangan ini terjadi. Kembalinya gerakan moderasi beragama menunjukkan bahwa agama bukan untuk memecah belah, tapi untuk menyatukan umat manusia," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



