Gorontalo, Bimas Islam --- Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung menjelaskan konsep moderasi bergama di hadapan penyiar agama Islam se-Provinsi Gorontalo. Moderasi beragama, katanya, merupakan cara beragama yang berorientasi pada kedamaian.
"Semua agama moderat. Semua agama menginginkan kedamaian. Kedamaian tidak bisa dicapai dengan kekerasan," kata Syafrudin saat membuka Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI) Provinsi Gorontalo di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Senin (1/11/21).
Syafrudin menambahkan, moderasi beragama menyasar cara pandang dan cara bersikap. "Yang dimoderasi adalah cara pandang dan cara pikir dalam beragama," tambahnya.
Hadir dalam pembukaan PKPAI Provinsi Gorontalo ini, Kasi Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Nur Kumala Dewi; Kasi Penais Kanwil Kemenag Gorontalo, Reny Armita Sari; Kasubag Humas Kanwil Kemenag Gorontalo, Syafwan Eki; dan Kasubag Perencanaan Informasi dan Data Kanwil Kemenag Gorontalo, Hamdan Zain.
Sebagai informasi, PKPAI merupakan program kerja Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam. Pada tahun 2021, kegiatan ini dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Aceh, Jawa Tengah, dan Gorontalo.
PKPAI Gorontalo diikuti 30 peserta yang terdiri dari peserta pusat dan peserta daerah. Peserta daerah merupakan para penyiar radio dan televisi lokal dari perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Acara dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Senin-Rabu, 1-3 November 2021.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



