Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan deklarasi transformasi layanan publik sebagai prioritas utama pada 2023. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rakernas Ditjen Bimas Islam 2023 di Hotel Mercure, Ancol, Senin (13/2/2023).
"Kementerian Agama telah mendeklarasikan transformasi layanan publik sebagai concern utama pada 2023," ujar Wamenag.
Wamenag mengatakan, pelayanan publik menjadi kunci penting dalam menciptakan keadilan sosial dan pemerataan akses layanan publik. Menurutnya, transformasi layanan publik menjadikan seluruh layanan dapat diakses secara merata oleh masyarakat dengan mudah, murah, dan cepat. Ia menyambung, transformasi pelayanan publik yang prima, mudah, serta cepat menjadi refleksi negara dalam menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan kewajibannya.
"Meningkatnya layanan publik akan berdampak pada kualitas umat beragama sebagaimana ditegaskan dalam UUD RI 1945, bahwa negara menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalani keyakinannya," tutur Wamenag.
Wamenag menyambung, hadirnya layanan publik yang prima, mudah, serta cepat juga merupakan penjabaran dari spirit konstitusi. Transformasi ini disebut Wamenag bukan hanya menjadi semboyan belaka, namun harus menjadi komitmen demi kemaslahatan umat.
"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah lahir terobosan dan inovasi layanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Hal ini menegaskan bahwa transformasi layanan publik yang kita gaungkan saat ini bukan sekadar menjadi tagline, melainkan tahapan wajib yang menjadi komitmen demi kemaslahatan umat," pungkasnya.
Dalam pembukaan Rakernas, Wamenag hadir didampingi Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, serta para pejabat eselon II. Hadir pula 240 peserta yang terdiri dari 34 Kabid pada fungsi Bimas Islam perwakilan Kanwil Kemenag se-Indonesia beserta jajaran, Unit Percetakan Al-Qur'an, Pejabat Eselon 3 dan 4, dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam. 1000 peserta lainnya yang terdiri dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota beserta jajaran turut menyaksikan melalui zoom meeting.
(Penulis: FN/MR)



