Pasaman, Bimas Islam -- Kepala Kankemenag Kabupaten Pasaman, Gusman Piliang mengatakan, program Magrib Mengaji yang digulirkan Pemkab Pasaman sangat penting. Salah satunya, kata dia, sebagai upaya membumikan Al-Qur'an.
Hal ini disampaikan Gusman saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) yang digelar di Kecamatan Rao Utara, Pasaman, Selasa (27/9).
"Program Magrib Mengaji sangat penting untuk membumikan Al-Qur'an di tengah masyarakat. Penyuluh agama di wilayah Pasaman perlu ikut ambil bagian dalam menyukseskan program ini," kata Gusman.
Menurut Gusman, program Magrib Mengaji perlu mendapat dukungan dari banyak pihak. Apalagi, kata dia, Pemkab Pasaman langsung yang menjadi inisiator program itu. "Magrib Mengaji harus mendapat dukungan dari banyak pihak, karena ini juga merupakan upaya memberantas buta huruf Al-Qur'an," katanya.
Gusman menambahkan, penyuluh agama Islam bisa menambah kreativitas kegiatan keagamaan sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing. Menurut dia, penyuluh agama merupakan pihak yang berbaur langsung dengan kehidapan masyarakat.
"Jadi penyuluh agama Islam lebih memahami cara sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, penyuluh agama juga harus aktif melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan di wilayah binaan masing-masing," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



