Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin membuka rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) 2021 di Jakarta, Kamis (9/9/2021) malam.
Dalam sambutannya, Kamaruddin meminta seluruh jajarannya untuk membuat program jangka panjang yang berorientasi pada mutu dan layanan kepada masyarakat.
“Mutu dan layanan itu harus mampu meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama di Indonesia semakin bagus, bahkan moderasi beragama semakin menjadi tren di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kamaruddin, semakin moderat umat beragama, maka makin berkualitas kehidupan beragama. Begitu juga sebaliknya, jika semakin banyak umat tidak moderat, maka semakin rendah kulitas kehidupan umat beragama.
“Jadi indikatornya adalah Moderasi Beragama (MB). Sehingga MB menjadi penting karena bukan hanya menjadi program prioritas Kemenag, melainkan sudah ditetapkan di RPJMN 2020-2024 dan menjadi program nasional,” ungkapnya.
Sasar Empat Bidang
Kamaruddin menjelaskan, yang pertama implementasi MB harus tepat sasaran pada bidang kemasjidan. Eksistensi dan ekosistem kemasjidan dalam kehidupan masyarakat menjadi sangat penting.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi harus menjadi pusat bagi masyarakat mendapatkan pemahaman keagamaan. Masjid harus berfungsi instrumental dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama di Indonesia,” tegas Kamaruddin.
Sehingga menurutnya, perlu merumuskan langkah dan program yang tepat sasaran.
“Kemudian yang kedua, bidang Bina paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik juga harus melakukan pemetaan terhadap paham-paham keagamaan di Indonesia yang majemuk dan dinamis,” jelasnya.
Kamaruddin mencontohkan kasus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang. Dalam menangani kasus seperti itu, kata Kamaruddin, diperlukan program afirmasi dan interfensi ke JAI di seluruh Indonesia.
“Kita harus memiliki data dan peta potensi konflik JAI, Baha'I, dan aliran lain di seluruh Indonesia. Misalnya melakukan pembinaan spesifik bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam, Ormas Islam, dan civil society yang memiliki concern yang sama,” katanya.
Kemudian yang ketiga, Kamaruddin meminta bidang Kepustakaan Islam untuk memasifkan perpustakaan digital dan menambah koleksi buku-buku umum keagamaan untuk meningkatkan literasi keagamaan.
“Saya juga memiliki impian seluruh masjid di Indonesia memiliki perpustakaan, setidaknya perpustakaan digital. Indonesia negara yang heterogen dengan tingkat literasi yang bervariasi juga, tentu menjadi tugas kita untuk memberikan literasi keagamaan yang baik,” ungkap Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, bidang keempat adalah bidang Hisab Rukyat. “Ilmu yang langka, tidak banyak orang mau belajar perhitungan matematis dan astronomis. Sehingga perlu perlu adanya regenerasi pada bidang Hisab rukyat,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Rakornas Urais Binsyar 2021 yang mengangkat tema Penguatan Program dan Evaluasi Bidang Urais Binsyar ini akan berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 9-11 September 2021 secara hybrid, yakni daring dan luring.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



