Gunungkidul, Bimas Islam --- Ratusan pasangan calon pengantin di Gunungkidul mendaftarkan diri di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk melaksanakan akad nikah mereka selama Syawal ini. Syawal memang masih dianggap bulan yang baik untuk melaksanakan hajatan pernikahan.
Berdasarkan catatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, dua bulan ini yaitu Mei dan Juni, jumlah pasangan yang mendaftar untuk menikah mengalami peningkatan. Dari 18 KUA di 18 Kecamatan di Gunungkidul, setidaknya ada 652 pasangan yang akan menikah pada Syawal ini.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Gunungkidul, Supriyanto menjelaskan, ada 518 pasangan yang mengajukan akad nikah selama Mei. Sementara Juni ada 134 pasangan. Bulan Mei dan awal Juni masih masuk di bulan Syawal sehingga banyak yang mendaftar untuk menikah.
"Sebagian besar mereka mengajukan akad nikah di rumah mempelai perempuan dan hanya sedikit yang di KUA, sehingga dipastikan ada hajatan," ujar Supriyanto dalam keterangannya di Gunungkidul, Senin (17/5).
Kendati demikian, ia menjelaskan, hajatan pernikahan sudah diperkenankan digelar. Namun dengan catatan pernikahan tersebut harus dilaksanakan melalui protokol kesehatan yang ketat di antaranya selalu mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun.
“Kami tidak memperkenankan prasmanan dan para tamu tidak diperbolehkan untuk berlama-lama di acara hajatan tersebut. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran covid-19 melalui klaster hajatan seperti yang sudah terjadi di sebelum Ramadan yang lalu,” pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



