Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengungkapkan sejumlah dampak besar yang terjadi, apabila umat Islam masih banyak yang buta aksara Al-Qur’an. Salah satunya dari sisi ibadah.
"Persoalan Al-Qur'an itu menyangkut masalah persoalan sisi kehidupan beragama yang tidak boleh diabaikan karena bagian dari ibadah. Jadi ada salah satu sisi ibadah umat Islam yang terabaikan," terang Fuad, pada Rabu (3/3).
Ia memaparkan buta aksara Al-Qur’an juga akan berdampak pada ibadah lainnya, karena isi dalam Al-Qur’an juga terdapat doa-doa yang harus dihafalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Bagaimana orang bisa menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an sebagai bacaan salat? Bagaimana orang akan bisa mendapatkan hidayah kalau membaca Al-Qur’an saja tidak bisa," imbuhnya.
Maka dari itu, Fuad menegaskan sesungguhnya tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak mempelajari aksara Al-Qur’an, karena mereka memiliki Unit Percetakan Al-Qur’an yang bisa dimanfaatkan apabila ingin memiliki Al-Qur’an.
"Sekarang juga sudah banyak terjemahan Al-Qur’an dengan bahasa Indonesia, jadi tanpa bisa membaca (aksara Arab) pun orang bisa memahami isinya tanpa dia bisa membacanya," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag-BI Gandeng Lembaga Filantropi Islam Perluas Wakaf Energi di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Bimas Islam — Kementerian Agama dan Bank Indonesia (BI) menggandeng lembaga filantropi Islam dalam memperluas wakaf energi melalui pemasangan…



