Bogor, bimasislam-- Pelaksanaan Capacity Building yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam selama tiga hari di hotel 101 Bogor (27/7) berlangsung seru. Antusiasme peserta nampak dari partisipasi mereka dalam setiap sesi.
Tuti Sobariati mengatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan para mentor (nara sumber) yang dihadirkan karena mampu membangkitkan motivasi peserta dengan cara-cara yang inovatif dan menarik.
"Saya sangat terkesan dengan para mentor. Terus terang bagus. Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Namun bagaimana nanti aplikasinya di kantor tergantung individu", tegasnya.
Hal sama juga diungkapkan oleh peserta lain, Novi. Menurutnya sepanjang acara dirinya tidak pernah mengantuk karena apa yang disampaikan oleh para mentor cukup menarik.
"Selama acara saya tidak pernah ngantuk. Baru kali ini saya tidak ngantuk ikut kegiatan. Mesi di jam-jam rawan, saya tetap semangat", ujarnya kepada bimasislam.
Sementara itu, nara sumber Arief Munandar, Chief Operating Officer dari lembaga konsultan SDM Rumah Perubahan telah memberikan tips menarik tentang leadership dan mindset and values.
"Ada 3 ciri utama pegawai yang memiliki mental pecundang, yaitu membenturkan, menyalahkan, dan menggampangkan", katanya.
Arief menjelaskan, orang yang sering membenturkan antara pihak satu dengan yang lain adalah ciri mudah mental pecundang. Ia selalu mencari pembenaran atas ketidak mampuannya.
Demikian juga, imbuh Arief, kesukaan orang bermental "the loser" adalah mudah menyalahkan pihak lain.
"Mencari kambing hitam dengan menyalahkan pihak lain, menyalahkan pimpinannya, temannya, sistemnya, minim anggarannya dan masih banyak lagi. Intinya orang seperti ini gak mau mengakui kesalahan dan merasa benar sendiri", ujarnya.
Hal yang sama juga saat seorang pecundang itu selalu menggampangkan masalah tanpa mampu menghitung kemampuannya.
"Kalau kita sering menggampangkan masalah, tanpa mampu mengukur diri, tidak mempersiapkan dan mengantisipasi segala segala kemungkinan dalam berbagai aktifitas kita berarti itu ciri seorang yang kalah", jelasnya.
Dalam kesempatan, tersebut, dosen sosiologi dan filsafat ilmu di berbagai perguruan tinggi tersebut juga mengungkapkan tentang bagaimana hubungannya antara leadership dengan mindset. Pada kanal leadership ada cluster pessenger dan cluster driver. Sementara pada kanal mindset ada cluster losers dan cluster winners.
"Kalau seorang pemimpin berada pada cluster passenger dan memiliki mental loser maka dia disebut sebagai bad leader. Semantara jika seorang pemimpin berada pada cluster driver dan memiliki mindset winner, itulah yang disebut dengan good leader", tutupnya dengan nada yang semangat.
(Thobib Al-Asyhar/bimasislam)



