Kendari, Bimas Islam -- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Bimas Islam, Zainal Mustamin mengatakan, KUA berperan penting dalam pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Capacity Build Revitalisasi dalam Pemenuhan Pengelolaan Sarana dan Prasarana KUA yang berlangsung di Aula Hotel Plaza Kubra, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17/2/2023).
"Kepala KUA harus berfungsi sebagai tulang punggung, agar bisa memperkuat peranan Ditjen Bimas Islam. Capacity Building penting dilaksanakan, karena begitu banyak program dan layanan di KUA. Bahkan, nanti akan melebar menjadi layanan bagi semua agama, sehingga, akan semakin banyak kegiatan yang dilakukan," pesan Zainal.
Di samping itu, Zainal juga menyoroti program pengurangan angka stunting yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Menurutnya, program tersebut dapat bersinergi dengan KUA. Sehingga, kapasitas layanan perlu ditingkatkan dan diperluas.
"Misalnya program BKKBN terkait stunting, juga masuk di KUA. Termasuk program Pemerintah Daerah yang dilaksanakan, juga melalui KUA. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan dan diperluas kapasitasnya. Mudah-mudahan, ke depan, akan lebih menyentuh banyak program, agar punya peluang dalam memberi layanan terbaik," ucapnya.
Zainal juga mengingatkan efektifitas dalam melaksanakan banyak program. Menurutnya, efektifitas pelayanan bisa dilakukan dengan tidak terpaku di satu titik.
"Beberapa layanan KUA bisa digabungkan. Tidak perlu terlalu banyak. Layanan yang efektif tidak mesti berada di satu titik. Jangan sampai ada penghulu yang hanya melayani beberapa peristiwa saja," ujarnya.
Selain itu, tren menikah di KUA juga tidak luput dari pembahasan. Menurut Zainal, tren tersebut harus didukung agar KUA dianggap sebagai tempat yang representatif di mata anak muda.
"Tren (Nikah di KUA) ini harus kita dukung, karena berarti KUA dianggap sebagai tempat yang representatif, berkualitas, dan nyaman," tuturnya.
"Jika tidak demikian, maka tulang punggung akan rapuh dan patah. Bukan karena menua, tapi karena komitmen, kesadaran moral, dan spiritual yang rendah dalam menjalankan tugas," tegasnya.
Menutup pidato, Zainal mengingatkan peserta untuk mengimplementasikan fungsi manajerial dan fungsi spiritual di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap, KUA menjadi pencerah kehidupan beragama.
"Mudah-mudahan kita semua bisa melakukan hal yang benar di tengah keterbatasan. Tugas kita saling mengingatkan dalam kapasitas kita sebagai orang-orang yang menjalankan fungsi. Tidak hanya fungsi manajerial tapi juga fungsi spiritual di tengah-tengah masyarakat, sebagai pengingat dan pencerah kehidupan keberagamaan," pungkasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan Bidang Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) Kanwil Kemenag Sultra. Turut hadir Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jajang Ridwan, bersama Tim Teknisi Operator Simkah, Wakil Ketua MUI Sultra, Djakri Nappu, Kabag TU, Muhammad Saleh, Pejabat Administrator lingkup Kanwil Kemenag Sultra, dan sejumlah Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota serta Kepala KUA Kecamatan se-Sultra.
(Fn/Mr)



