Batang, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Wonotunggal, Kabupaten Batang, memilih permainan puzzle untuk melatih pasangan calon pengantin (Catin) menyelesaikan persoalan rumah tangga. Diakui Kepala KUA Wonotunggal, Abdullah Najib, cara ini cukup efektif.
“Permainan puzzle ini mengajak para calon pengantin untuk berlatih kesabaran, kerja sama, dan ketelitian, karena nanti dalam perjalanan kehidupan keluarga semua itu diperlukan,” kata Najib dalam keterangannya usai mengisi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA Wonotunggal, Batang, Senin (18/7).
Menurut Najib, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak sulit dan tidak gampang. Dia menuturkan, dalam perjalanan kehidupan keluarga, pasangan suami istri akan banyak menghadapi persoalan baru maupun persoalan lama.
“Layaknya bermain puzzle, calon pengantin dilatih sabar dan teliti. Tidak sampai di situ, perlu juga kerja sama di antara keduanya agar persoalan yang dihadapi semakin mudah terselesaikan,” katanya.
Najib menegaskan, para calon pengantin yang nantinya menjadi pasangan suami istri, ketika menemui permasalahan untuk tidak segan-segan bertanya pada orang yang dipandang tahu dan dapat memberi solusi.
“Dalam menyelesaikan persoalan keluarga, suami istri jangan segan untuk bertanya pada orang yang dapat memecahkan masalahnya. Bisa juga datang ke KUA, karena salah satu layanan di KUA adalah terkait konsultasi keluarga. Jadi tidak perlu segan apalagi takut,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



